Berwisata Sambil Belajar Bersama #YouCMyTravelStory

Tulisan dari Malikliken tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Inilah sedikit kisahku dan 9 pemenang #YouCMyTravelStory lainnya saat pergi ke Malang bersama Travel Blogger Febrian.
“Selamat kleaaaan @dsenjaya89 @malikliken” ucap Okta dalam akun instagram miliknya yang secara otomatis juga muncul di notif instagramku saat itu.
Lalu, ku segera klik instagram @Youc1000vitamin dan tepat di slide kelima ada nama instagramku dalam daftar pemenang lomba foto dan cerita #YouCMyTravelStory.
“Yeah, Alhamdulillah ... ” ucapku dengan penuh syukur saat itu.
Awalnya aku tidak menyangka bisa menjadi salah satu pemenang dari lomba ini, mengingat ini adalah pengalaman pertamaku mengikuti lomba di instagram. Karena biasanya sebelum ku memutuskan untuk ikutan lomba cerita di instagram, aku sudah minder duluan karena jumlah followersku di instagram tidak sebanyak kandidat lainnya. Hehe jadi aku tidak berharap lebih saat ikutan lomba ini.
Namun ternyata Tuhan menakdirkanku untuk menjadi salah satu pemenang pada kegiatan ini. Jujur, aku senang banget pas tau menang dan dapat kesempatan pergi ke Malang bersama Travel Blogger Febrian dan 9 pemenang lain yang pastinya memiliki latarbelakang yang berbeda denganku.
Yuk simak kisahku selama tiga hari di Malang bersama para pemenang #YouCMyTravelStory.
Hari Pertama
Saat itu jam menunjukkan di angka 04.00 WIB pagi. Aku segera bergegas ke terminal 3 bandara soekarno hatta karena disanalah meeting point dan titik awal dari keberangkatannya. Sekitar pukul 05.00 WIB pagi, aku sudah tiba di bandara dan ternyata masih belum ada tanda-tanda peserta maupun panitia yang sudah hadir. Ya iyalah, karena memang waktu kumpul di bandaranya jam 06.00 WIB pagi. Hehe teramat rajin ya.
Setelah kurang lebih setengah jam aku menunggu di bandara, akhirnya satu per satu peserta dan panitia berdatangan. Kita pun berkenalan satu sama lain dan sedikit bercerita tentang latarbelakang dari diri kita masing-masing. Ada yang masih kuliah, ada yang sudah jadi Dokter, ada yang berkuliah sambil bekerja dan bahkan ada yang lagi mau persiapan sidang tugas akhir. Hmm ... memang terniat ya mereka ikutan kegiatan ini. Total yang ikut perjalanan ini ada sekitar 25 orang dengan rinciannya 10 orang pemenang dan 15 orang lainnya dari tim YouC1000 dan Kumparan.
Seru dan asik ! itulah kesan pertamaku saat berkenalan dengan mereka. Rasanya sudah seperti teman kenal lama. Setelah semua sudah kumpul maka kami pun segera check in dan siap terbang ke Malang. Yuhuu .... Malang, We are Coming !
Menjaga Kebersihan Pantai Tiga Warna
Tiba di bandara Malang, kami pun segera bergegas naik ke bus dan bersiap menuju tempat wisata yang pertama yaitu Pantai Tiga Warna. Bagi warga Malang dan sekitarnya pantai ini cukup populer karena menawarkan pesona bahari dengan panorama cantik dan gradasi warna yang unik. Pantai Tiga Warna merupakan bagian dari kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) yang mana keindahan dan lingkungan sekitar pantai sangat dijaga dengan baik. Tak heran, jika kalian ingin memasuki kawasan pantai ini harus di data terlebih dahulu terutama yang berpotensi menjadi sampah selama berada di sekitar pantai dan kalian juga wajib membawa pulang sampah tersebut di loket keluar pengunjung untuk di data kembali. Keren ya pengelolanya !
Senang banget karena ini adalah kali kedua aku mengunjungi Pantai Tiga Warna. Ada hal yang menarik dari perjalanan kali ini, kalau waktu pertama kali aku berkunjung kesini melalui jalur darat (sepeda motor dan jalan kaki). Nah untuk perjalanan yang kedua ini, kami menggunakan jalur laut (perahu) untuk menuju kawasan pantai tiga warna ini. Seruuu ....
Program Bersih-bersih Pantai, Menarik !
Saat tiba di kawasan pantai, para peserta diberikan tugas untuk membersihkan kawasan pantai dari bahaya sampah terutama sampah plastik yang biasanya sering kita temui dikawasan pantai. Program ini menurutku bagus banget karena kedatangan kami ke pantai tiga warna ini tidak hanya sekedar foto-foto saja melainkan juga mengajak masyarakat sekitar dan netizen di media sosial untuk peduli terhadap lingkungan sekitar pantai dan aku semangat banget dengan program ini karena memang seharusnya budaya menjaga ekosistem alam ini harus terus menerus dilaksanakan. Bersyukur sekali jika bisa viral di media sosial. Jadi, aku juga berharap kegiatan bersih-bersih pantai ini tidak hanya sebagai formalitas saja melainkan bisa menjadi kebiasaan masyarakat pada umumnya. Yuk, dimulai dari diri kita sendiri dulu !
Berkunjung dan Belajar di Konservasi Penyu, Pantai Bajul Mati
Setelah mengunjungi Pantai Tiga Warna, wisata selanjutnya yang kita kunjungi yaitu tempat konservasi penyu di Pantai Bajul Mati. Sekitar pukul 18.00 WIB, kami pun tiba di lokasi konservasi penyu disambut kumandang merdu suara Adzan maghrib yang terdengar dari Musholla yang ada di area pantai. Aku dan Hendra (Peserta) segera bergegas menuju musholla untuk menjalankan ibadah sedangkan yang lainnya beristirahat sejenak di tempat makan milik pengelola konservasi penyu. Meski senja telah berganti malam, para peserta tidak terlihat lelah sedikit pun dan masih sangat antusias. Kegiatan mengunjungi konservasi penyu ini merupakan hal pertama bagiku. Jadi, aku sangat tertarik sekali untuk mempelajari prosesnya dan ternyata seru serta edukatif banget karena kami diberikan kasus nyata yang sering terjadi. Tidak hanya kasus nyata saja melainkan menambah wawasanku terkait proses bagaimana mencari jejak penyu, proses penetesan telur hingga proses pelepasan bayi penyu ke laut.
Ada banyak pembelajaran yang bisa didapat dari kegiatan mengunjungi konservasi penyu di pantai bajul mati ini. Salah satunya yaitu bisa merubah pola pikir kita agar lebih terbuka tentang pentingnya menjaga ekosistem alam demi keberlangsungan hidup penyu-penyu yang masih hidup. Di sela-sela penjelasan, aku pun berdoa semoga penyu-penyu disini bisa terus bertahan hidup dan tidak punah sehingga anak cucu kita kelak bisa mengetahui langsung proses-proses yang telah kami pelajari di konservasi penyu ini. Aamiin...
Setelah bersih-bersih kawasan pantai tiga warna, lalu belajar mengenal proses konservasi penyu di pantai bajul mati. Maka acara selanjutnya yaitu makan malam bersama. Acara ini merupakan penutup rangkaian acara pada hari pertama kegiatan #YouCMyTravelStory. Berbagai menu makanan laut yang segar seperti ikan bakar dan cumi laris kami lahap bersama. Yummy ...
Alhamdulillah rangkaian acara hari pertama kegiatan #YouCMyTravelStory ini berjalan dengan lancar dan penuh dengan ilmu dan wawasan yang baru. Happy !
Cerita hari kedua #YouCMyTravelStory
