4 Cara Mengobati Iritasi pada Kemaluan Bayi Perempuan

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ma, sudah tahu belum soal cara mengobati iritasi pada kemaluan bayi perempuan untuk menanganinya? Jika belum, Mama perlu tahu tentang hal ini, lho.
Kulit bayi sangatlah sensitif, lho. Bagian kemaluan adalah salah satu bagian yang sensitif karena kerap kali terpapar air kencing dan feses. Akibatnya, kulit kemaluan bayi sangat mudah mengalami iritasi.
Jika kulit kemaluan bayi perempuan sudah teriritasi, ada beberapa cara mengobati iritasi pada kemaluan bayi perempuan. Apa saja caranya? Berikut penjelasannya.
Cara Mengobati Iritasi pada Kemaluan Bayi Perempuan
Iritasi pada kemaluan bayi perempuan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai ruam popok, candidiasis, hingga vulvovaginitis. Iritasi pada kemaluan bayi perempuan bisa membuat ia kesakitan dan rewel, Ma.
Daripada Mama harus melihatnya menderita, Mama bisa melakukan beberapa cara mengobati iritasi pada kemaluan bayi perempuan yang dirangkum dari Raising Children.
1. Menjaga Kebersihan Area Genitalnya
Cara pertama adalah memastikan bagian kemaluan bayi perempuan tetap bersih. Hal ini bisa dilakukan dengan mengganti popoknya secara rutin serta membersihkan sisa kotorannya secara menyeluruh.
Cara ini juga diperlukan untuk mencegah penyebaran bakteri yang bisa memperparah iritasinya. Mama juga perlu memperhatikan cara membersihkan area genitalnya ya, Ma.
Cara membersihkannya dilakukan dengan cara menyeka bagian depan terlebih dahulu, baru ke area dubur. Mengapa demikian? Hal ini menjaga agar kuman dari lubang dubur tidak masuk ke bagian kemaluannya, Ma.
2. Pastikan Area Genital Tetap Kering
Menjaga area genital tidak lembap dan tetap kering adalah salah satu cara mengurangi iritasi pada kulit bayi. Caranya bisa dilakukan dengan mengganti popok secara rutin.
Gantilah popok anak 4-6 jam sekali atau ketika popoknya sudah bocor. Selain menjaga bayi agar tetap nyaman, ini juga bisa membantu bagian genitalnya tetap kering. Balut popok dengan pakaian bersih dan kering.
3. Usap dengan Air Hangat
Saat selesai membersihkan area genital bayi, Mama bisa menggunakan air hangat untuk mengurangi iritasinya. Caranya, yaitu dengan membasahi kapas dengan air hangat tersebut, kemudian diusapkan dengan halus pada area genital bayi.
Air hangat dapat membantu meredakan iritasi pada kulitnya, Ma. Namun, pastikan bahwa suhu air hangatnya sudah pas dan tidak membuat bayi merasa kesakitan.
Jangan lupa untuk mengeringkan area genitalnya dengan handuk agar bagian tersebut tetap kering.
4. Gunakan Krim Antiruam Popok
Apabila iritasi disebabkan oleh ruam popok, Mama bisa menggunakan krim antiruam untuk mengurangi iritasinya. Oleskan krim antiruam secara tipis-tipis untuk membantu mengatasi iritasi pada bagian kulit kemaluan.
Pilihlah krim antiruam yang sudah teruji secara klinis dapat mengatasi iritasi serta tidak menyebabkan alergi ya, Ma.
Itulah beberapa cara mengobati iritasi pada kemaluan bayi perempuan. Jika iritasi tak kunjung sembuh dan kemaluan bayi mulai mengeluarkan cairan tertentu, ada baiknya Mama segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab iritasi pada kemaluan bayi?

Apa penyebab iritasi pada kemaluan bayi?
Iritasi pada kemaluan bayi perempuan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai ruam popok, candidiasis, hingga vulvovaginitis.
Berapa kali popok bayi diganti dalam sehari?

Berapa kali popok bayi diganti dalam sehari?
Gantilah popok anak 4-6 jam sekali atau ketika popoknya sudah bocor.
Krim antiruam apa yang aman untuk kulit bayi?

Krim antiruam apa yang aman untuk kulit bayi?
Pilihlah krim antiruam yang sudah teruji secara klinis dapat mengatasi iritasi serta tidak menyebabkan alergi
