8 Cara Membahagiakan Suami Menurut Islam

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi istri yang salihah adalah semua impian bagi perempuan muslim, termasuk Mama. Maka dari itu, Mama sebaiknya memahami cara membahagiakan suami menurut Islam.
Hal ini penting untuk diketahui Mama sebagai istri. Selain untuk mendapatkan rida, Mama juga bisa memperoleh pahala karena sudah menjalankan sunah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Saling membahagiakan satu sama lain juga merupakan poin penting dalam menciptakan rumah tangga yang harmonis. Jadi, tak ada salahnya Ma untuk mencoba kiat-kiat ini.
Lantas, bagaimana cara membahagiakan suami menurut Islam? Yuk pelajari bersama dengan menyimak informasi di bawah ini!
Cara Membahagiakan Suami Menurut Islam
Mengutip dari laman Kemenag Sumsel, taradlin atau saling membahagiakan adalah salah satu pilar utama dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Oleh sebab itu, sebagai istri yang baik, Mama perlu tahu cara membahagiakan suami menurut Islam.
Imam Al-Ghazali, salah satu ulama besar telah menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang istri terhadap suami. Adapun penjelasannya ialah:
“Adab istri terhadap suami yakni: selalu merasa malu, tidak banyak mendebat, senantiasa taat atas perintahnya, diam ketika suami sedang berbicara, menjaga kehormatan suami ketika ia sedang pergi, tidak berkiahanat dalam menjaga harta suami, menjaga badan tetap berbau harum, mulut berbau harum dan berpakaian bersih, menampakkan qana’ah, menampilkan sikap belas kasih, selalu berhias, memuliakan kerabat dan keluarga suami, melihat kenyataan suami dengan keutamaan, menerima hasil kerja suami dengan rasa syukur, menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di dekatnya, menampakkan rasa gembira di kala melihat suami.”
Mengutip dari NU Online, berdasarkan penjelasan dari Imam Al-Ghazali di atas, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa cara membahagiakan suami menurut Islam, yakni sebagai berikut.
1. Rajin Berias dan Berpenampilan Baik
Dalam Islam, meskipun sudah menikah, Mama tetap dianjurkan untuk memiliki rasa "malu". Rasa malu yang dimaksud di sini adalah malu berpenampilan jelek, tidak merawat diri dengan baik, dan berperilaku buruk.
Nabi Muhammad SAW pernah menjelaskan bahwa:
خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ
Artinya: “Sebaik-baik istri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi
Maka dari itu, Mama sebaiknya tetap menjaga penampilan meskipun di rumah. Tidak perlu yang elegan dan berlebihan, cukup pastikan penampilan Mama tetap menarik meskipun berpakaian yang nyaman.
2. Rajin Merawat Tubuh
Menjaga bau badan agar tetap wangi adalah salah satu cara membahagiakan suami loh, Ma. Hal ini bisa membantu suami agar tetap merasa nyaman di samping Mama.
Cara merawat tubuh tidak harus ribet dan menyusahkan Mama. Mama cukup rutin mandi 1-2 kali sehari dengan sabun mandi. Gunakan, deodoran, losion atau parfum agar wangi tubuh Mama bertahan sepanjang hari
3. Rutin Membersihkan Mulut
Mulut yang bau tentunya membuat suami tidak nyaman, Ma. Apalagi jika Mama akan tidur ataupun bermesraan dengan suami.
Maka dari itu, Mama perlu menjaga kebersihan mulut dengan membersihkan gigi sebanyak 2 kali sehari. Mama juga bisa menggunakan obat kumur untuk menjaga napas tetap segar.
4. Taat dan Patuh
Sesuai ajaran Islam, Mama sebagai seorang istri memang diwajibkan untuk menaati dan patuh terhadap suami. Selama perintah yang diajukan oleh suami adalah kebaikan, maka tak ada salahnya untuk mematuhi dan menaatinya.
5. Menerima Hasil Kerja Suami dengan Rasa Syukur
Berapa pun penghasilan suami, Mama hendaknya tetap bersyukur. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT, hal ini juga perlu dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras suami, Ma.
6. Selalu Menunjukkan Rasa Cinta dan Bahagia pada Suami
Kapanpun dan dimanapun bertemu suami, hendaknya Mama selalu menunjukkan rasa cinta dan bahagia Mama. Tujuannya untuk membangun keluarga yang saling mencintai dan penuh kebahagiaan.
7. Senantiasa Mendoakan Suami
Selain melatih ketaatan Mama dalam beribadah dan mengingat Allah SWT, mendoakan yang terbaik untuk suami tentunya akan membahagiakan hatinya, Ma.
Selain itu, mendekatkan diri pada pencipta juga merupakan salah satu cara yang bisa Mama lakukan untuk memohon keselamatan atas pernikahan serta membentuk keluarga yang harmoni.
8. Menjaga Diri
Dalam suatu hadis, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baiknya seorang istri adalah istri yang mampu menjaga dirinya ketika suaminya sedang pergi. Adapun bunyi dari hadis tersebut ialah:
"Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Daud)
Hal ini penting untuk dilakukan guna menjaga diri Mama dari perbuatan tercela serta menghindari munculnya fitnah yang bisa menimbulkan perkara dalam rumah tangga.
Nah, itulah beragam cara membahagiakan suami menurut Islam. Intinya, Mama jangan pernah lupa soal adab seorang istri terhadap suami ya, Ma. Semoga kita senantiasa menjadi istri salihah untuk suami ya. Ma. Aamiin.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apakah membahagiakan pasangan adalah hal penting?

Apakah membahagiakan pasangan adalah hal penting?
Mengutip dari laman Kemenag Sumsel, taradlin atau saling membahagiakan adalah salah satu pilar utama dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah
Bagaimana adab istri terhadap suaminya?

Bagaimana adab istri terhadap suaminya?
Menurut Imam Al-Ghazali, adab istri terhadap suami yakni: selalu merasa malu, tidak banyak mendebat, senantiasa taat atas perintahnya, diam ketika suami sedang berbicara, hingga menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di dekatnya, menampakkan rasa gembira di kala melihat suami.
Bagaimana pendapat Nabi Muhammad tentang istri salihah?

Bagaimana pendapat Nabi Muhammad tentang istri salihah?
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Daud, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa istri salihah adalah istri bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.
