8 Ciri-ciri Bayi Masuk Angin dan Cara Mengatasinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika bayi Mama masuk angin, kamu sebaiknya memperhatikan ciri-cirinya. Pasalnya, terdapat beberapa gejala yang harus Mama waspadai jika bayi sedang mengalaminya.
Masuk angin adalah kondisi dengan sekumpulan gejala yang menyebabkan keluhan tidak enak badan. Tidak hanya pada orang dewasa, masuk angin juga bisa menyerang bayi.
Masuk angin pada umumnya tidak membahayakan kesehatan bayi selama masih merasakan gejala masuk angin biasa. Namun, jika terdapat ciri-ciri bayi masuk angin yang abnormal, hal ini perlu diwaspadai ya, Ma.
Guna mengetahui ciri-ciri bayi masuk angin biasa dan abnormal, yuk simak penjelasan di bawah ini, Ma!
Ciri-ciri Bayi Masuk Angin
Masuk angin biasanya disebabkan oleh menurunnya sistem imun dalam tubuh. Pada bayi, sistem imun biasanya lebih lemah, sehingga lebih rentan terkena infeksi.
Saat terjadi infeksi ringan, bayi akan memiliki beberapa gejala masuk angin. Mengutip dari Mayo Clinic, berikut ciri-ciri bayi masuk angin biasa:
Hidung tersumbat atau meler
Keluarnya cairan hidung yang awalnya bening dan kemudian berubah menjadi hijau atau menguning
Demam ringan
Bersin
Batuk
Nafsu makan menurun
Sensitif terhadap cahaya
Susah minum ASI atau susu karena hidung tersumbat
Ketika mengalami masuk angin biasa, bayi Mama biasanya akan sembuh paling lama sekitar 10-14 hari. Namun, jika ciri-ciri masuk angin biasa bertahan lebih dari 2 minggu, Mama harus segera membawanya ke dokter.
Jika bayi Mama berusia di bawah 2 bulan dan terkena masuk angin, Mama sebaiknya segera memeriksakannya ke dokter anak untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan tertentu.
Namun, jika bayi Mama berumur di atas 3 bulan, Mama perlu mewaspadai gejala berikut ini:
Demam di atas 38 derajat Celcius
Jarang buang air kecil
Memiliki mata merah
Susah bernapas atau mengi
Batuk terus-menerus
Rewel, menangis dengan keras, serta tidak ingin makan.
Apabila bayi Mama merasakan gejala di atas, segera periksakan bayi Mama ke dokter ya untuk mendapatkan bantuan medis secepat mungkin.
Cara Mengatasi Masuk Angin pada Bayi
Mama pasti sudah tahu bahwa bayi, terutama di bawah 6 bulan, tidak bisa diberikan obat kecuali berdasarkan anjuran dokter. Masuk angin sendiri biasanya ditangani dengan mengurangi gejala yang dirasakan.
Ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk menghilangkan gejala masuk angin pada bayi, di antaranya:
Perbanyak konsumsi cairan. Pada bayi yang hanya minum ASI atau susu, Mama harus memastikan si kecil mendapatkannya dengan cukup. Pada bayi yang berusia di atas 6 bulan, Mama bisa menambahkan air putih untuk membantu menghidrasi tubuh. Susu dan air putih menawarkan perlindungan ekstra dari kuman penyebab masuk angin pada bayi.
Bersihkan hidung bayi. Mama bisa menggunakan alat penyedot ingus untuk mengurangi keluhan hidung tersumbat atau meler pada bayi
Coba nasal-saline drops atau tetes air garam. Biasanya produk ini direkomendasikan oleh dokter untuk bayi yang memiliki keluhan hidung dan tenggorokan berlendir.
Gunakan pelembab udara. Mama bisa melakukan cara ini untuk menjaga udara tetap lembab, sehingga bisa membantu meredakan gejala flu, batuk, dan sakit tenggorokan pada bayi
Mandikan bayi dengan air hangat. Air hangat dapat membantu mengurangi demam serta memberikan rasa nyaman pada bayi.
Pastikan bayi beristirahat dengan cukup untuk meningkatkan sistem imun tubuh
Itulah beberapa cara mengatasi masuk angin pada bayi. Selama bayi masih menunjukkan ciri-ciri bayi masuk angin yang normal, Mama sebaiknya tidak perlu khawatir dan berfokus untuk mengurangi gejalanya.
Namun, jika bayi merasakan gejala yang berat dan sangat mengganggu atau masuk angin bertahan selama berminggu-minggu, Mama perlu segera membawa bayi Mama ke dokter ya, Ma.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab masuk angin?

Apa penyebab masuk angin?
Masuk angin biasanya disebabkan oleh menurunnya sistem imun dalam tubuh
Apa ciri-ciri bayi masuk angin yang perlu diwaspadai?

Apa ciri-ciri bayi masuk angin yang perlu diwaspadai?
Demam tinggi, jarang buang air kecil, mata merah, hingga tidak ingin minum ASI atau susu
Apa manfaat pengunaan pelembab udara untuk bayi?

Apa manfaat pengunaan pelembab udara untuk bayi?
Mama bisa menggunakan pelembab udara guna menjaga udara tetap lembab, sehingga bisa membantu meredakan gejala flu, batuk, dan sakit renggorokan pada bayi
