Apa Saja Penyebab Air Ketuban Merembes?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Air ketuban merembes bisa dialami oleh wanita hamil, Ma. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab air ketuban merembes.
Air ketuban merupakan cairan yang berfungsi untuk melindungi janin serta memungkinkan janin bergerak bebas dan mendukung tumbuh-kembangnya.
Cairan ini bisanya keluar merembes ketika tubuh Mama siap untuk menjalankan persalinan atau ketika usia kandungan Mama sudah cukup matang. Namun, air ketuban merembes juga bisa saja menandakan bahaya tertentu, Ma.
Oleh karena itu, Mama perlu memahami penyebab air ketuban merembes yang normal dan abnormal. Guna mengetahuinya, yuk simak ulasan mengenai faktor penyebab air ketuban merembes di bawah ini.
Penyebab Air Ketuban Merembes
Dikutip dari Healthline, penyebab air ketuban merembes adalah pecahnya kantung ketuban. Hal ini merupakan kondisi normal dan sering dijadikan sebagai tanda ibu hamil telah siap menjalankan persalinan.
Pada kasus yang jarang terjadi, air ketuban akan menyembur dalam jumlah yang banyak. Namun, pada umumnya, air ketuban akan merembes dengan tenang.
Mama mungkin akan merasakan tanda-tanda persalinan lainnya selain air ketuban merembes, seperti kontraksi yang makin lama makin kencang dan keluarnya lendir disertai darah dari vagina.
Saat air ketuban merembes, Mama akan melihat cairan bening atau tampak keruh keluar dari tubuh bagian bawah. Biasanya, cairan ini cenderung tidak memiliki bau.
Penyebab Air Ketuban Merembes yang Perlu Dikhawatirkan
Mengutip dari Parents, berikut beberapa kondisi yang mengkhawatirkan dan menyebabkan air ketuban merembes.
1. Infeksi
Air ketuban bisa pecah lebih awal dari waktu semestinya. Jika air ketuban pecah sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, hal ini menandakan adanya gangguan premature rupture of membranes (PROM) yang dapat meningkatkan risiko lahir prematur.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab air ketuban merembes lebih awal atau dini, salah satunya adalah korioamnionitis.
Korioamnionitis adalah kondisi ketika selaput atau cairan ketuban terinfeksi oleh bakteri tertentu, seperti Streptococcus di vagina atau E. coli.
Air ketuban pecah yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan detak jantung ibu hamil atau janin meningkat, rasa nyeri, air ketuban berbau busuk, dan terdapat nanah dalam air ketuban.
2. Air Ketuban Sedikit
Selain itu, penyebab air ketuban merembes lainnya adalah oligohydramnios. Oligohydramnios adalah suatu kondisi ketika air ketuban dalam kantung hanya berjumlah sedikit.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, obat-obatan, cacat lahir, dan pertumbuhan janin yang buruk. Hal ini juga merupakan kondisi yang membahayakan kondisi kesehatan ibu maupun janin yang dikandung.
Jika air ketuban merembes di waktu usia kehamilan yang sudah matang, hal ini menandakan Mama sudah siap untuk melaksanakan persalinan.
Namun, jika air ketuban merembes sebelum waktunya atau disertai dengan gejala infeksi yang menyakitkan, segera periksakan diri ke dokter ya, Ma. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah munculnya komplikasi yang membahayakan kesehatan janin dan Mama.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi air ketuban?

Apa fungsi air ketuban?
Air ketuban merupakan cairan yang berfungsi untuk melindungi janin serta memungkinkan janin bergerak bebas dan mendukung tumbuh-kembangnya.
Apa itu korioamnionitis?

Apa itu korioamnionitis?
Korioamnionitis adalah kondisi ketika selaput atau cairan ketuban terinfeksi oleh bakteri tertentu, seperti Streptococcus di vagina atau E. coli.
Apa saja penyebab air ketuban terlalu sedikit?

Apa saja penyebab air ketuban terlalu sedikit?
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, obat-obatan, cacat lahir, dan pertumbuhan janin yang buruk
