Bagaimana Posisi Tidur Bayi yang Benar dan Aman?

Konten dari Pengguna
20 Oktober 2022 8:33 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi posisi tidur bayi yang benar (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi posisi tidur bayi yang benar (Sumber: Pexels)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ada seorang teman Mama yang bertanya nih, bagaimana posisi tidur bayi yang benar? Maklum, soalnya dia adalah seorang new mom. Bayinya sendiri baru lahir sekitar beberapa minggu yang lalu.
ADVERTISEMENT
Mengetahui posisi tidur bayi tentu sangat penting bagi orang tua. Apalagi, bayi kan masih menghabiskan banyak waktunya untuk tidur.
Bukan cuma bisa meningkatkan kualitas tidurnya saja, mengetahui posisi tidur yang tepat pun bisa menghindari bayi dari risiko berbahaya yang bisa terjadi ketika bayi terlelap.
Apalagi mungkin masih ada juga orang tua yang suka menempatkan benda-benda di dekat tempat tidur bayi, seperti mainan, bantal atau yang lainnya di samping bayi saat dia tertidur. Ternyata, jika penempatannya tidak tepat, bisa menimbulkan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS).
SIDS juga bisa terjadi karena bantal atau selimut bayi enggak sengaja menutupinya, hingga bayi kehilangan napas, merasa lemas, sampai berakhir kematian.
Makanya sedari dini, Mama-mama perlu mengetahui posisi tidur bayi yang benar. Lantas gimana sih posisi tidur yang tepat dan aman bagi bayi ini? Yuk, simak penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!
ADVERTISEMENT

Posisi Tidur Bayi yang Benar

Ilustrasi posisi tidur bayi yang benar (Sumber: Pexels)
Berdasarkan keterangan dari laman resmi American Academy of Pediatrics (AAP), posisi tidur bayi yang dianggap paling ideal adalah telentang. AAP menganjurkan bagi para orang tua untuk menidurkan bayinya dengan telentang, setidaknya hingga bayi berusia 1 tahun.
Hal ini buat mencegah risiko terjadi Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Bukan cuma itu, tidur telentang pun bisa mencegah supaya bayi enggak tersedak. Di mana pada saat tidur telentang, hal ini lebih baik untuk pembersihan saluran udara pada tubuh mereka.
Akan tetapi, ada juga orang tua yang khawatir kepala bayi menjadi peyang kalau dibiarkan tidur telentang terus menerus. Ada sedikit tips nih dari Mama, kamu bisa sesekali memindahkan posisi kepalanya sedikit menoleh ke kiri atau ke kanan setiap 1-2 jam. Biar posisi kepalanya enggak sama terus menerus saat tidur dan bisa mencegah kepala peyang.
ADVERTISEMENT
Lalu gimana dengan posisi tidur menyamping? Bukankah umumnya bayi juga tidur menyamping atau miring?
Ternyata, AAP tidak menyarankan bayi buat tidur menyamping. Soalnya dengan tidur menyamping bisa menyebabkan jalur napas menjadi terhalang, hingga akibat yang parahnya dapat membuat bayi kesulitan bernapas.
Selain itu, tidur menyamping pun dapat meningkatkan risiko sakit leher pada bayi. Jika bayi mengalami sakit leher secara terus menerus, tentu bisa berakibat fatal pada koordinasi leher dengan bagian tubuh lainnya.
Ilustrasi posisi tidur bayi yang benar (Sumber: Pexels)
Begitu pula dengan bayi yang tidur tengkurap, juga sebaiknya tidak direkomendasikan bagi bayi berusia di bawah 1 tahun. Tidur tengkurap juga dapat menghalangi jalur pernapasan bayi serta mengurangi kadar oksigen yang harusnya didapatkan si kecil.
Dalam kasus yang parah, bayi yang kesulitan bernapas ini bisa mengalami keracunan karbondioksida atau yang disebut dengan hiperkapnia. Hal ini bisa membuatnya kesulitan untuk bernapas hingga menyebabkan kematian pada bayi.
ADVERTISEMENT
Itu dia penjelasan posisi tidur bayi yang benar yang perlu orang tua ketahui. Mengetahui posisi tidur bayi ini selain membuatnya lebih aman dan nyaman saat tidur, sekaligus juga bisa menghindari risiko yang berbahaya baginya.
Semoga informasi ini bermanfaat bagimu ya!
(AN)