Bagaimana Proses Kuret Janin Tidak Berkembang?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kuret adalah salah satu prosedur medis yang diberikan untuk mengangkat janin yang tidak berkembang. Mama mungkin bertanya-tanya seperti apakah proses kuret janin tidak berkembang.
Kuret atau kuretase adalah prosedur mengeluarkan jaringan dari dalam rahim, termasuk janin yang tidak berkembang. Pada umumnya, kuret diawali dengan prosedur dilatasi terlebih dahulu.
Nah, setelah itu baru dilanjutkan dengan proses kuretase untuk membersihkan rahim dari sisa-sisa jaringan tertentu. Lantas, bagaimana sebenarnya proses kuret janin tidak berkembang? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Kuret?
Mengutip dari Mayo Clinic, kuret atau kuretase merupakan salah satu prosedur dalam dilatation and curettage (D&C). Kuret dilakukan untuk mengangkat jaringan dalam rahim.
Biasanya, kuretase dilakukan jika ada masalah pada rahim tertentu atau untuk membersihkan lapisan rahim setelah keguguran atau aborsi.
Sebelum melakukan kuretase, tenaga medis akan melakukan dilatasi terlebih dahulu. Dilatasi dilakukan untuk melebarkan bagian bawah rahim, tepatnya bagian serviks.
Setelah dilakukan pelebaran tersebut, tenaga medis akan melakukan pengangkatan sisa jaringan pada rahim tersebut.
Prosedur kuretase biasanya dilakukan untuk mengatasi pendarahan abnormal pada rahim, pendarahan setelah menopause. Kuret juga digunakan untuk mendiagnosis kanker rahim, polip rahim, dan miom, secara lebih akurat.
Pada kasus janin tidak berkembang, kuretase dilakukan untuk mengangkat janin tersebut. Pasalnya, janin yang tidak berkembang pada umumnya akan berakhir pada kasus keguguran. Jika tidak segera diangkat, hal ini akan menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.
Bagaimana Proses Kuret Janin Tidak Berkembang?
Proses kuret janin tidak berkembang biasanya tidak jauh berbeda dengan proses kuretase untuk masalah lainnya. Mengutip dari Healthline, berikut pelaksanaan prosedur kuretase:
Dokter akan memasukkan alat yang disebut spekulum untuk memperlebar dinding vagina untuk memudahkan mereka dalam melihat serviks atau pintu rahim.
Dokter kemudian akan melebarkan serviks dengan memasukkan serangkaian alat ke dalam lubang serviks agar serviks menjadi lebih lebar.
Setelah serviks melebar, dokter memasukkan alat berbentuk sendok yang disebut kuretase. Sendok ini akan digunakan untuk mengangkat janin dalam rahim.
Jika alat kuret tidak dapat mengangkat semua bagian dari janin, dokter mungkin juga akan menggunakan alat penghisap
Setelah mengeluarkan sisa jaringan janin dari rahim, dokter akan mengeluarkan alat yang sebelumnya digunakan untuk melebarkan serviks dari tubuh.
Dokter kemudian akan mengirim jaringan janin yang dikeluarkan dari rahim ke laboratorium untuk dianalisis.
Nah, seperti itulah proses kuret dilakukan, Ma. Prosedur kuret umumnya memakan waktu sekitar 10–15 menit, dan pasien akan mendapatkan suntikan anestesi untuk dibius, sehingga tidak merasakan rasa nyeri saat prosedur dilakukan.
Setelah prosedur dilakukan, pasien biasanya diminta untuk tetap beristirahat dan mengurangi beberapa aktivitas yang membahayakan hingga benar-benar pulih.
Jika terdapat ciri-ciri infeksi setelah kuret, seperti demam dan pendarahan, segera bawa diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat ya, Ma.
(SAI)
