Berat Badan Ideal Bayi 0-12 Bulan, Berapa Ya?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebanyakan orang tua, khususnya yang baru dikaruniai anak pertama, bisa saja memiliki kekhawatiran terhadap berat badan ideal bayi. Sebagian besar mulai mempertanyakan, "Berat badan bayi aku sudah ideal belum, ya? Pertumbuhannya normal enggak, ya?"
Mama sendiri sudah mengalami dan melewati masa-masa yang penuh dengan pertanyaan tersebut, kok. Jadi ikutan bernostalgia gini karena menonton salah satu video Tiktok milik artis Fitri Tropica. Di dalam salah satu videonya itu, Fitrop menyenandungkan lirik, welcome to motherhood di Indonesia, bb (berat badan) dan milestone anak jadi urusan tetangga.
Benar banget enggak sih, Ma? Karena berat badan bayi dapat terlihat mencolok jika melewati batas ataupun belum mencapai bentuk tubuh bayi pada umumnya, mau enggak mau, Mama-Mama adalah sasaran empuk dari pertanyaan dan kejulidan orang-orang sekitar.
Peran Penting Pengetahuan tentang Berat Badan Ideal Bayi
Walaupun memang enggak baik mencampuri urusan perkembangan anak orang lain, ada poin yang lebih penting untuk dipahami nih Ma, yaitu tentang pentingnya pemahaman terkait berat badan ideal bayi.
Dengan memahami hal seputar berat badan ideal bayi, para orang tua yang rajin memantau pertumbuhan anaknya dapat mengantisipasi permasalahan kekurangan gizi atau bahkan mengetahui beberapa hal enggak normal yang terjadi dalam tubuh kembang si anak.
Usia bayi pada tahun pertama kehidupannya itu termasuk ke dalam 1000 hari pertama kelahiran. Seperti yang disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada masa-masa itu, terjadi pertumbuhan dan perkembangan anak tercepat yang juga diiringi dengan pembentukan otak dan juga beberapa organ penting.
Nutrisi anak harus dioptimalkan pada masa ini dan hal itu bisa dipantau salah satunya melalui berat badan mereka.
Berapa Berat Badan Ideal Bayi?
Berdasarkan informasi dari World Health Organization (WHO) dalam standar untuk pertumbuhan bayi dan anak, disebutkan bahwa berat rata-rata bayi baru lahir berkisar di antara 3,2—3,4 kilogram.
Kebanyakan, bayi baru lahir yang sehat dan lahir pada perhitungan bulan yang cukup terlahir dalam berat badan 2,6—3,8 kg. Sementara bayi yang lahir secara prematur, memiliki berat tubuh sekitar 2,5 kg. Ada pula bayi postmatur yang rata-rata berat badannya berkisar 4,0 kg.
Untuk lebih mendetail, berikut Mama tuliskan juga ya berat badan ideal bayi pada tahun pertamanya berdasarkan kurva pertumbuhan dari WHO yang melibatkan perhitungan nilai tengah dari data-data berat badan anak yang diteliti.
Daftar kisaran berat badan di bawah ini juga dibedakan berdasarkan jenis kelamin karena bayi laki-laki cenderung memiliki bobot di atas bayi perempuan.
Bayi Laki-Laki Usia 0-12 Bulan
0 bulan: 3,3 kg
1 bulan: 4,5 kg
2 bulan: 5,6 kg
3 bulan: 6,4 kg
4 bulan: 7,0 kg
5 bulan: 7,5 kg
6 bulan: 7,9 kg
7 bulan: 8,3 kg
8 bulan: 8,6 kg
9 bulan: 8,9 kg
10 bulan: 9,2 kg
11 bulan: 9,4 kg
12 bulan: 9,6 kg
Anak Perempuan Usia 0-12 Bulan
0 bulan: 3,2 kg
1 bulan: 4,2 kg
2 bulan: 5,1 kg
3 bulan: 5,8 kg
4 bulan: 6,4 kg
5 bulan: 6,9 kg
6 bulan: 7,3 kg
7 bulan: 7,6 kg
8 bulan: 7,9 kg
9 bulan: 8,2 kg
10 bulan: 8,5 kg
11 bulan: 8,7 kg
12 bulan: 8,9 kg
Mama juga perlu kembali menekankan di sini, seperti yang dituliskan oleh Very Well Family, data-data di atas hanyalah nilai tengah atau rata-rata dari berat badan bayi yang diteliti oleh WHO terhadap bayi yang diberikan ASI secara rutin. Karena, mereka dianggap sebagai standar pertumbuhan anak yang baik.
Hal yang lebih efektif untuk dilakukan adalah dengan rutin memantau pertumbuhan anak. Dengan demikian, berat badan mereka akan tercatat dan bisa dipantau pertambahan dan pengurangan yang terjadi.
Untuk itu pula, Mama-Mama yang masih khawatir dengan pertumbuhan bayi bisa menghubungi layanan kesehatan anak ataupun dokter anak untuk mendapat sumber informasi terbaik mengenai tumbuh kembang bayi.
Semoga, semua informasi yang dibagikan di atas bisa bermanfaat bagi kita semua. Lelah itu wajar kok Ma, tapi jangan pernah menyerah dalam memastikan yang terbaik untuk anak, ya.
Semangat terus!
(TMA)
