Konten dari Pengguna

Cara Cek Hb Ibu Hamil dan Manfaatnya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pemeriksaan Hb darah pada ibu hamil. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemeriksaan Hb darah pada ibu hamil. Foto: Pexels.com

Cek Hb ibu hamil sebaiknya dilakukan secara rutin ya, Ma. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan Mama dan janin yang tengah dikandung.

Pemeriksaan Hb pada ibu hamil dilakukan untuk mengetahui jumlah hemoglobin dalam sel darah merah. Hal ini penting agar dapat mencegah anemia pada ibu hamil.

Lantas, bagaimana cara cek Hb ibu hamil dilakukan ? dan apa saja manfaatnya? Berikut jawabannya.

Cara Cek Hb Ibu Hamil

Ilustrasi cara cek Hb ibu hamil menggunakan alat khusus. Foto: Pexels.com

Mengutip dari Healthline, hemoglobin (Hb) adalah protein berwarna merah dalam darah yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Rendah tingginya hemoglobin bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan tertentu. Sebagian besar tujuan cek Hb ibu hamil adalah untuk mencegah terjadinya anemia.

Untuk melakukan pemeriksaan Hb ibu hamil, Mama bisa mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas maupun rumah sakit.

Pemeriksaan Hb ibu hamil bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satu cara paling umum adalah mendapatkan sampel darah dan menggunakan alat khusus. Hasilnya akan muncul dalam kurun waktu tertentu.

Selain itu, cara cek Hb ibu hamil juga dilakukan dengan mengambil sampel darah dan membawa sampel tersebut ke laboratorium untuk dianalisis. Mengutip dari Dinkes Kabupaten Pakpak Barat, kadar Hb normal pada saat hamil adalah 11 gr %.

Jika hasil pemeriksaan Hb Mama lebih rendah atau tinggi dibandingkan kadar normalnya, Mama akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan serta mendapatkan penanganan yang tepat.

Manfaat Cek Hb Ibu Hamil

Cek hB ibu hamil sangat perlu untuk dilakukan untuk memantau kesehatan ibu hamil. Foto: Pexels.com

Cek hB ibu hamil sangat perlu untuk dilakukan, Ma. Cek Hb bisa membantu Mama dalam mengecek kesehatan Mama secara keseluruhan selama kehamilan.

Secara umum, tujuan dari cek Hb ibu hamil adalah untuk melakukan pencegahan anemia pada ibu hamil.

Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah rendah. Anemia biasanya ditandai dengan rendahnya kadar Hb dalam tubuh ibu hamil.

Kondisi anemia pada ibu hamil biasanya disebabkan oleh kurang konsumsi makanan sumber zat besi, menderita penyakit infeksi tidak mengkonsumsi tablet besi (Fe) sesuai anjuran.

Anemia adalah kondisi yang berbahaya bagi ibu hamil. Kondisi ini bisa mengakibatkan keguguran, bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, lahir mati, serta pendarahan hebat saat persalinan.

Dikutip dari Mayo Clincic, selain itu, pemeriksaan Hb ibu hamil juga bermanfaat untuk:

  • Memeriksa kesehatan secara umum dan keseluruhan serta untuk menyaring beberapa gangguan, seperti anemia

  • Mendiagnosis adanya masalah medis tertentu. Diagnosis ini biasanya dianjurkan pada ibu hamil yang memiliki gejala lemas, mudah lelah, sesak napas atau pusing.

  • Memantau kondisi medis. Jika ibu hamil didiagnosis mengalami anemia atau polisitemia vera, dokter akan melakukan tes Hb untuk memantau kondisi ibu hamil selama penanganan.

Melihat dari banyaknya manfaat dari pemeriksaan Hb, tentunya Mama jangan sampai melewatkannya ya. Cek Hb ibu hamil dianjurkan minimal 2 kali di antaranya saat trimester pertama dan trimester ketiga.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu hemoglobin?

chevron-down

Mengutip dari Healthline, hemoglobin (Hb) adalah protein berwarna merah dalam darah yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Berapa kadar Hb normal ibu hamil?

chevron-down

Mengutip dari Dinkes Kabupaten Pakpak Barat, kadar Hb normal pada saat hamil adalah 11 gr %.

Apakah anemia bahaya bagi ibu hamil?

chevron-down

Anemia adalah kondisi yang berbahaya bagi ibu hamil, Ma. Kondisi ini bisa mengakibatkan keguguran, bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, lahir mati, serta pendarahan hebat saat persalinan.