Cara Membedakan Air Ketuban dan Air Kencing, Ini Ciri-cirinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membedakan air ketuban dan air kencing perlu Mama ketahui. Pasalnya, Mama bisa saja tidak menyadari apakah cairan yang keluar dari tubuh Mama adalah cairan ketuban atau air kencing.
Air ketuban adalah cairan yang berada di dalam kantung rahim selama kehamilan. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung janin dalam rahim, Ma.
Ketika ketuban pecah, Mama mungkin kesulitan dalam mendeteksi air ketuban, terlebih jika kehamilan ini adalah momen pertama bagi Mama.
Di samping itu, mengompol adalah kondisi normal yang dialami oleh ibu hamil karena adanya tekanan pada kandung kemih oleh rahim. Namun, Mama mungkin mengira Mama sedang kencing, tetapi bisa saja cairan yang keluar adalah air ketuban.
Maka dari itu Ma, Mama perlu memahami cara membedakan air ketuban dan air kencing. Seperti apa ya caranya? Yuk cari tahu cara membedakan air ketuban dan air kencing di bawah ini.
Cara Membedakan Air Ketuban dan Air Kencing
Dirangkum dari Healthline, berikut cara membedakan air ketuban dan air kencing.
1. Perhatikan Jumlah Cairan yang Keluar
Cara pertama adalah melihat jumlah cairan yang keluar. Jika Mama merasakan pakaian dalam Mama sangat basah dan cairan yang keluar dalam jumlah yang besar, itu merupakan ciri dari air ketuban.
Namun, jika cairan yang keluar sangat sedikit dan membuat pakaian dalam Mama tidak terlalu basah, hal itu bisa saja merupakan sisa urine atau keputihan saat hamil.
Mama juga bisa memperhatikan aliran cairan yang keluar. Aliran air ketuban biasanya tidak bisa Mama kontrol, sedangkan urine bisa Mama kendalikan dengan baik.
2. Lihat Warna dari Cairannya
Jika masih ragu dengan jumlah atau volume dari cairan, Mama juga bisa membedakannya dari warna cairan yang Mama keluarkan.
Jika Mama melihat warna cairan yang keluar tampak kekuningan, itu bisa saja adalah urine. Jika warna yang keluar tampak putih hingga sedikit krem, ini merupakan tanda bahwa Mama mengeluarkan keputihan.
Namun, jika Mama melihat cairannya berwarna lebih bening atau sedikit keruh dan pucat dibandingkan warna urine dengan tekstur yang benar-benar cair, ini merupakan tanda dari air ketuban.
Air ketuban juga bisa berupa warna hijau kekuningan. Artinya, air ketuban telah tercampur dengan zat mekonium.
3. Bedakan Aromanya
Mama pasti sudah mengenal aroma air kencing, yakni berbau pesing dan tidak sedap. Jika cairan yang keluar dari tubuh Mama berbau pesing, hal ini menandakan Mama hanya mengompol saja.
Cairan ketuban biasanya tidak memiliki bau. Jika memiliki bau, baunya tidak seperti pesing, tetapi mempunyai bau yang sedikit manis.
4. Cobalah Senam Kegel
Senam kegel adalah senam sederhana yang biasanya dilakukan untuk meningkatkan fungsi otot dasar panggul. Meskipun jarang diketahui, senam Kegel ini bisa Mama manfaatkan untuk mengetahui cairan yang dikeluarkan apakah air ketuban atau bukan.
Caranya sangatlah mudah, yakni lakukan seperti mama sedang menahan laju air kencing saat ingin buang air kecil. Nah, jika cairan yang tidak bisa tertahan, maka Mama mengeluarkan air ketuban dan begitupun sebaliknya.
Itulah cara membedakan air ketuban dan air kencing dengan memperhatikan ciri-ciri dari cairan yang keluar. Apabila cairan ketuban keluar, Mama perlu segera mendapatkan pertolongan dari dokter atau bidan karena hal ini merupakan tanda persalinan.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu air ketuban?

Apa itu air ketuban?
Air ketuban adalah cairan yang berada di dalam kantung rahim selama kehamilan. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung janin dalam rahim
Apakah ibu hamil mengompol adalah hal yang normal?

Apakah ibu hamil mengompol adalah hal yang normal?
Ya, mengompol adalah kondisi normal yang dialami oleh ibu hamil akibat tertekannya kandungan kemih oleh rahim
Bagaimana warna air ketuban?

Bagaimana warna air ketuban?
Jika Mama melihat cairannya berwarna lebih bening atau sedikit keruh dan pucat dibandingkan warna urine dengan tekstur yang benar-benar cair, ini merupakan tanda dari air ketuban. Air ketuban juga bisa berupa warna hijau kekuningan. Artinya, air ketuban telah tercampur dengan zat mekonium.
