Konten dari Pengguna

Cara Mengajari Anak BAB di Toilet yang Tepat

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara mengajari anak BAB di toilet (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengajari anak BAB di toilet (Sumber: Pexels)

Daftar isi

Mama lagi ngobrol dengan tetangga Mama nih soal cara mengajari anak BAB di toilet dengan tepat. Istilah ini juga sering kita kenal dengan toilet training.

Mengajari anak toilet training amatlah penting. Tetapi sebagai orang tua, kita perlu memerhatikan hal tertentu biar proses toilet training ini dapat berjalan dengan lancar.

Toilet training merupakan proses pembiasaan untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet. Seperti yang dilakukan oleh orang dewasa.

Jadi, anak sudah tidak lagi melakukan buang air kecil serta BAB di popok maupun pampers.

Perlu kamu ketahui, toilet training bukan hanya sebagai proses pembiasaan bagi anak. Tapi juga sebagai tanda kematangan fisik si kecil. Di mana dia sudah bisa mengendalikan keinginan BAK dan BAB, sebelum akhirnya membuangnya di toilet.

Dalam proses toilet training, orang tua perlu sabar dan mengetahui sejauh mana si kecil sudah siap dalam toilet training. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui cara mengajari anak BAB di toilet dengan tepat.

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Simak di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ya!

Cara Mengajari Anak BAB di Toilet

1. Mulai Mengenalkannya pada Konsep Toilet

Ilustrasi cara mengajari anak di toilet (Sumber: Pexels)

Hal pertama yang perlu orang tua lakukan saat toilet training adalah menjelaskan apa itu toilet, bagaimana fungsinya, serta penggunaannya. Jelaskan juga pada si kecil bahwa dia enggak bisa selamanya bisa terus buang air kecil maupun buang air besar di celana atau popoknya.

2. Berikan Contoh pada Anak

Biar lebih jelas, Mama-mama bisa mulai memberikan contoh penggunaan toilet pada anak. Ajaklah si kecil ke toilet, kemudian duduk di toilet serta jelaskan apa yang akan kamu lakukan.

Mulai dari duduk di toilet, bagaimana cara membersihkan alat kelamin, menekan tombol flush, hingga mencuci tangan setelah pemakaian toilet.

3. Gunakan Pispot Khusus Anak

Enggak ada salahnya juga untuk kamu menggunakan pispot khusus anak saat mengajarinya toilet training.

Pada momen ini, kamu juga bisa sekaligus menjelaskan kepadanya mengenai proses pembuangan air seni maupun feses dari pispot ke kloset. Sehingga nantinya anak mengetahui kalau tempat pembuangan terakhir kotoran adalah tetap ke kloset.

4. Menjadikannya sebagai Rutinitas

Ilustrasi cara mengajari anak di toilet (Sumber: Pexels)

Cobalah untuk mulai menjadikan toilet training sebagai rutinitas. Sebelumnya, minta si kecil untuk selalu mengungkapkan ketika dia ingin BAB atau BAK. Jadi apabila dia merasa ingin buang air, kamu bisa segera membawanya ke toilet.

Kamu juga bisa mengajaknya sebentar ke toilet sebelum tidur atau sesudah makan. Sebab, biasanya anak suka merasa sakit perut ketika sudah kenyang. Kemudian dilanjutkan dengan BAB.

Jika kebiasaan ini perlahan dilakukan, si kecil pun akan semakin terbiasa BAB atau BAK di toilet. Kamu bisa sambil menemaninya dalam proses toilet training, biar si kecil tetap aman dan mencegah risiko buruk kalau dia sendirian dalam toilet.

Jangan lupa untuk memberikan anak pujian saat dia berhasil menjalani toilet training ya, Ma! Artinya dia sudah berhasil melewati proses ini dan bersiap untuk menuju tahap perkembangan yang selanjutnya.

Demikianlah beberapa cara mengajari anak BAB di toilet dengan tepat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu ya!

(AN)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan toilet training?
chevron-down

Toilet training merupakan proses pembiasaan untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet. Seperti yang dilakukan oleh orang dewasa

Sejak usia berapa anak sudah bisa diajarkan toilet training?
chevron-down

Biasanya, toilet training bisa mulai diajarkan sejak anak berusia 2 tahun ke atas.

Mengapa toilet training ini disebut juga sebagai salah satu tanda kematangan fis
chevron-down

Sebab, anak sudah bisa mengendalikan keinginan BAK dan BAB, sebelum akhirnya membuangnya di toilet.