Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Kolostrum dan Manfaatnya untuk Bayi Baru Lahir

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu dan bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock

Saat mulai mengASIhi, Mama-mama pasti pernah mendengar yang namanya kolostrum. Tapi, apa sih kolostrum itu?

Jadi Ma, kolostrum adalah cairan pertama ASI yang dikeluarkan oleh kelenjar susu setelah melahirkan.

Kolostrum lebih kental dan lebih kuning dari ASI. Cairan ini padat nutrisi dan tinggi antibodi dan antioksidan untuk membangun sistem kekebalan bayi yang baru lahir.

Selama kehamilan, payudara Mama akan mengalami perubahan ukuran dan tampilan akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron. Kolostrum memiliki lebih banyak protein dan lebih sedikit karbohidrat serta lemak dibandingkan ASI matang.

Kolostrum kaya akan secretory immunoglobulin A(IgA), yang membantu melindungi bayi dari infeksi. Kadang-kadang kolostrum disebut dengan "cairan emas" karena mengandung semua yang dibutuhkan bayi Mama dalam beberapa hari pertama kehidupannya.

ASI pertama tersebut juga dapat membantu sistem pencernaan bayi Mama berkembang dan bekerja dengan baik, loh Ma.

Ciri-ciri Kolostrum

Ilustrasi ciri-ciri kolostrum. Foto: Shutterstock

Kolostrum mungkin terlihat bening, tetapi seringkali berwarna kuning keemasan atau oranye terang karena mengandung beta-karoten tingkat tinggi. Kolostrum juga cenderung lebih kental dibandingkan ASI biasa.

Kadang-kadang, darah dari dalam saluran susu bisa masuk ke kolostrum. Bercampurnya kolostrum dan darah bisa terlihat merah, merah muda, coklat, atau berwarna karat.

Meski tampilannya berbeda, kolostrum nggak berbahaya sama sekali kok, Ma! Justru, kolostrum sangat baik sebagai tonggak awal asupan nutrisi untuk si kecil.

Adapun ciri-ciri kolostrum yang dapat Mama ketahui adalah sebagai berikut:

  1. Pada awalnya, kolostrum berwarna pucat, tapi kemudian berubah menjadi lebih kekuningan. Seiring berjalannya waktu, susu menjadi lebih ringan hingga berwarna putih, meski tidak berwarna seputih susu sapi.

  2. Kolostrum akan lebih padat, karena lebih kaya protein dan juga lebih transparan karena lebih berminyak dan kaya lemak untuk memastikan perkembangan fisik bayi yang baik selama tahun pertama kehidupannya.

  3. Mama-mama dapat menghasilkan 7 hingga 120 mililiter kolostrum. Soalnya, kelenjar susu mengeluarkan kolostrum terlepas dari berat badan anak dan kebutuhan nutrisinya.

  4. Kolostrum secara konsisten menyediakan imunoglobulin A, faktor pelindung penting yang nggak dapat diproduksi oleh tubuh hingga bulan ketiga kehidupan. Fungsinya untuk melindungi dinding usus dan saluran pernapasan dari serangan mikroorganisme berbahaya, serta menetralkan racun.

Fungsi Kolostrum

Ilustrasi ciri-ciri kolostrum. Foto: Pexels

Mengutip Very Well Family, kolostrum terdiri dari komponen yang melindungi bayi baru lahir dan membantu mereka melawan infeksi, virus, dan penyakit. Fakta penting lainnya tentang nutrisi kolostrum meliputi:

  • Kolostrum lebih tinggi protein dan lebih rendah lemak dan gula dibandingkan dengan ASI transisi dan matang, sehingga lebih mudah dicerna dan dikemas dengan nutrisi.

  • Kolostrum penuh dengan antibodi, sel darah putih, dan sifat kekebalan lainnya, yang berfungsi seperti imunisasi pertama anak Mama.

  • Tingkat tinggi secretory immunoglobulin A (SIgA) yang ditemukan dalam kolostrum membantu membunuh virus dan bakteri.

  • Kolostrum adalah pencahar alami. Ini membantu bayi Mama untuk buang air besar dan membuang mekonium atau kotoran yang terkumpul di usus sebelum bayi lahir. Karena mekonium mengandung bilirubin, efek pencahar kolostrum membantu mencegah penyakit kuning pada bayi baru lahir.

Manfaat Kolostrum

Ilustrasi ciri-ciri kolostrum. Foto: Shutter Stock
  • Kolostrum membangun sistem kekebalan bayi dan memberikan nutrisi yang terkonsentrasi. Beberapa manfaat kolostrum adalah:

  • Membantu bayi membangun sistem kekebalan yang kuat (mengandung antibodi dan sel darah putih).

  • Menciptakan lapisan kuat pada perut & usus bayi untuk mencegah kuman penyebab penyakit dan mencegah peradangan.

  • Bertindak sebagai pencahar untuk membantu bayi mengeluarkan mekonium (kotoran pertama bayi).

  • Membantu mencegah dan mengurangi penyakit kuning.

  • Memberikan perpaduan nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan pada otak, mata, dan jantung bayi.

  • Mengandung protein, garam, lemak, dan vitamin tingkat tinggi untuk nutrisi lengkap.

  • Nutrisi lengkap yang mudah dicerna oleh perut bayi. Kolostrum adalah makanan yang sempurna untuk bayi yang baru lahir.

  • Membantu mencegah gula darah rendah pada bayi baru lahir.

Berapa Lama Fase Kolostrum Berlangsung?

Tubuh Mama mulai memproduksi ASI jauh sebelum bayi lahir. Produksi kolostrum dapat dimulai sejak awal trimester kedua kehamilan. Jika Mama melihat adanya tetesan cairan bening atau kuning yang keluar dari payudara, maka itu adalah kolostrum.

Fase kolostrum pada ASI berlangsung hingga tahap transisi dimulai (antara hari kedua dan kelima setelah melahirkan). Fase transisi produksi ASI dimulai saat ASI Mama masuk. ASI tahap kedua ini mengandung campuran kolostrum dan ASI matang.

Meski secara resmi nggak bisa lagi disebut fase kolostrum, tapi kolostrum akan tetap ada dalam ASI Mama. Jejak kecil kolostrum masih dapat ditemukan di ASI selama sekitar enam minggu.

Selama waktu tersebut, kamu akan melihat peningkatan besar dalam jumlah ASI yang Mama hasilkan, yang terkadang menyebabkan pembengkakan pada payudara.

(ANS)

Frequently Asked Question Section

Apa salah satu fungsi dari kolostrum?

chevron-down

Kolostrum penuh dengan antibodi, sel darah putih, dan sifat kekebalan lainnya, yang berfungsi seperti imunisasi pertama anak Mama.

Berapa lama fase kolostrum berlangsung?

chevron-down

Fase kolostrum pada ASI berlangsung hingga tahap transisi dimulai (antara hari kedua dan kelima setelah melahirkan).

Apakah kolostrum pada ASI dapat membunuh virus dan bakteri?

chevron-down

Tingkat tinggi secretory immunoglobulin A (SIgA) yang ditemukan dalam kolostrum membantu membunuh virus dan bakteri.