Konten dari Pengguna

ISK pada Bayi dan Beberapa Gejalanya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ISK pada bayi (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ISK pada bayi (Sumber: Pexels)

Bayi yang rewel bisa menandakan kalau dia mengalami gangguan kesehatan, salah satunya mungkin ISK pada bayi.

Beberapa gangguan kesehatan yang umum ditemui pada si kecil, sebut saja seperti pilek, demam, maupun ruam. Bisa dibilang, keluhan beberapa penyakit ini masih bisa kita lihat apa saja gejalanya ya, Ma.

Berbeda nih halnya dengan infeksi saluran kemih (ISK) yang gejalanya mungkin agak sulit terlihat. Meski begitu, kita tidak boleh meremehkan terjadinya infeksi, termasuk ISK ini.

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh bayi serta anak-anak. Menurut NCBI, anak perempuan lebih berisiko mengalami ISK dibandingkan anak laki-laki.

Dengan memahami lebih lanjut apa itu ISK dan bagaimana saja gejalanya, bisa membuat Mama-Mama lebih waspada dan dapat mencegah timbulnya infeksi saluran kemih ini.

Lantas, bagaimana detailnya ISK pada bayi ini? Berikut adalah penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini. Cek di sini, ya!

ISK pada Bayi

Ilustrasi ISK pada bayi (Sumber: Pexels)

Perlu Mama-Mama ketahui, sebenarnya infeksi saluran kemih atau ISK merupakan hal yang umum terjadi, terutama pada bayi usia di bawah 1 tahun.

Sistem saluran kemih sendiri memiliki fungsi untuk menyaring dan membuang zat limbah serta cairan berlebih melalui urine. Sebagai catatan, saluran kemih terdiri dari kandung kemih, ginjal, ureter, serta uretra, atau saluran kencing. Bagian-bagian tersebut memiliki peranannya masing-masing.

Menurut laman Raising Children, ISK terjadi ketika bakteri atau kuman masuk ke saluran kemih. Bakteri tersebut nantinya bakal berkembang biak yang bakal mengakibatkan terjadinya infeksi.

ISK biasanya terjadi pada uretra serta kandung kemih. Seperti yang telah Mama jelaskan sebelumnya, ISK umumnya mudah buat diatasi. Akan tetapi kalau tidak segera diobati, infeksi ini bisa naik ke ureter dan ginjal yang nantinya dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan ginjal atau malah gagal ginjal.

Gejala ISK pada Bayi

Dilansir laman Cincinnati Childrens, ada dua jenis ISK yang berbeda, yang paling umum terjadi disebut dengan sistitis. Infeksi tersebut dapat terjadi di uretra serta kandung kemih. Beberapa gejalanya antara lain:

  • Mengalami demam.

  • Bayi menjadi rewel.

  • Mual dan muntah.

  • Anak menjadi lebih sering ke kamar mandi, namun lebih sedikit saat mengeluarkan air seni.

  • Mengalami rasa sakit saat buang air kecil maupun saat buang air besar.

  • Urine berbau tidak sedap.

  • Mengalami sakit perut.

  • Urine yang keluar bercampur dengan darah.

Sementara itu, ada juga ISK yang disebut dengan pielonefritis, yang merupakan infeksi yang terjadi pada ginjal. Anak yang mengalami pielonefritis biasanya perlu mendapatkan penanganan yang lebih khusus. Beberapa gejala di antaranya adalah:

  • Mengalami demam tinggi.

  • Gejala awalnya seperti flu, mulai dari kedinginan, demam, mual, atau muntah-muntah.

  • Adanya rasa terbakar saat buang air kecil.

  • Nyeri hebat yang terjadi di perut, punggung bagian bawah, hingga selangkangan.

  • Air urine berwarna keruh dan berbau tidak sedap.

  • Adanya darah atau bahkan nanah pada urine.

  • Lebih sering buang air kecil dibandingkan biasanya.

Pengobatan ISK pada Bayi

Ilustrasi ISK pada bayi (Sumber: Pexels)

Buat pengobatan ISK pada si kecil, sesungguhnya bisa dilakukan dengan memberikan lebih banyak cairan tubuh yang cukup melalui ASI Mama. Namun, pengobatan ISK juga bisa tergantung dari kondisi tubuh si kecil sendiri.

Kalau keluhannya cukup serius, mungkin dokter bakal meresepkan antibiotik. Untuk bayi berusia di bawah 3 bulan, umumnya bayi bakal diberikan antibiotik melalui infus. Sedangkan, buat bayi berusia 3 bulan, bayi sudah bisa diberikan antibiotik secara langsung.

Hal lain yang perlu diperhatikan supaya bayi terhindar dari ISK adalah dengan selalu menjaga kebersihan popok serta organ intimnya. Sehingga, si kecil tidak rentan terkena dari penyakit ISK tersebut.

Nah, itu dia penjelasan ISK pada bayi serta bagaimana gejalanya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu ya, Ma!

(AN)

Frequently Asked Question Section

Apa saja bagian dari kandung kemih?

chevron-down

Saluran kemih terdiri dari kandung kemih, ginjal, ureter, serta uretra atau saluran kencing.

Di bagian manakah umumnya terjadi ISK pada bayi?

chevron-down

ISK biasanya terjadi pada uretra serta kandung kemih.

Apa risiko yang dapat terjadi kalau ISK tidak segera ditangani?

chevron-down

Kalau tidak segera diobati, infeksi ini bisa naik ke ureter dan ginjal yang nantinya dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan ginjal atau malah gagal ginjal.