Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih? Ini Waktu Pemberian yang Tepat

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat kekurangan cairan, tubuh manusia --terutama pada bayi-- akan tidak berfungsi dengan baik. Meski demikian, Mama perlu berhati-hati jika ingin memberikan asupan cairan selain ASI kepada bayi.
Mama-mama mungkin berpikir memberikan air putih untuk bayi bisa menjadi selingan selain ASI eksklusif hingga usianya 6 bulan. Misalnya, saat Mama kerja lalu mengalami stok ASI perah menipis. Dilema juga nih karena tidak ingin memberikan susu formula. Apa diganti saja ya pakai air putih?
Namun Ma, mengutip laman WHO, selama masih memungkinkan, bayi harus diberikan asupan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal.
Tujuan dari ASI eksklusif adalah tidak memberikan asupan lain selain ASI. Pasalnya, asupan selain ASI, termasuk pemberian air putih pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, dapat menyebabkan risiko diare dan malgizi, loh Ma!
Lantas, kapan bayi boleh minum air putih? Simak penjelasan dan waktu pemberian yang tepat melalui ulasan berikut ini.
Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?
Waktu yang tepat untuk pemberian air putih pada bayi adalah saat si kecil sudah mencapai usia 6 bulan dan sudah masuk pada fase pemberian makanan padat atau MPASI. Namun, jika bayi belum menginjak usia 6 bulan, sebaiknya hindari memberikan air putih ya, Mama.
Sebenarnya, 80% dari komposisi ASI sendiri adalah air, sisanya adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan kandungan lainnya. Jadi, bayi di bawah usia 6 bulan tidak membutuhkan cairan tambahan dan Mama tidak perlu khawatir jika si kecil merasa haus dan tidak cukup minum karena hanya mendapatkan ASI.
Memberikan air putih pada bayi di bawah usia 6 bulan bisa berdampak buruk kepada si kecil, mulai dari diare, perut kembung, dan sebagainya.
Kebersihan dari air putih yang diberikan pun tidak bisa diketahui. Jadi, dikhawatirkan bisa menyebabkan bayi mengalami infeksi. Pemberian air putih kepada bayi juga b membuat bayi enggan mengonsumsi ASI atau sumber nutrisi lainnya.
Bahaya Memberikan Air Putih kepada Bayi
Nah Ma, perlu dipahami juga nih apa saja sih bahaya bila terlalu dini memberikan air putih kepada bayi, yang belum berusia 6 bulan. Menurut jurnal ABM Clinical Protocol #3 tahun 2017, rutin memberikan air putih pada si kecil akan membuat kadar bilirubin tubuh bayi meningkat dan menyebabkan penyakit kuning.
Selain itu, terlalu banyak asupan air putih dapat menyebabkan kondisi serius yang dinamakan keracunan air putih (oral water intoxication). Gejalanya berupa muntah, diare, suhu tubuh rendah (hipotermia), bahkan kejang karena kekurangan natrium.
Bayi juga dapat kekurangan gizi, pertumbuhan lambat, hingga gagal tumbuh (failure to thrive) karena bayi telanjur kenyang/kembung minum air dan tidak mau menyusu.
Di sisi lain, bila Mama-mama masih berusaha menyusui si kecil, dikhawatirkan produksi ASI-nya dapat terganggu atau berkurang, karena Mama tidak rajin memerah.
Sehingga, dikhawatirkan juga bayi jadi kurang mendapat antibodi sehingga kurang terlindungi dari berbagai penyakit.
Mama-mama pastinya tidak ingin jika si kecil mengalami beberapa bahaya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh sebab itu, Mama-mama perlu menghindari memberikan cairan selain ASI, seperti air putih saat bayi masih di bawah usia 6 bulan, ya!
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Apa saja komposisi dalam ASI?

Apa saja komposisi dalam ASI?
80% dari komposisi ASI adalah air. Sisanya adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan kandungan lainnya.
Apa bahaya memberikan bayi air putih?

Apa bahaya memberikan bayi air putih?
Memberikan air putih pada bayi di bawah usia 6 bulan bisa berdampak buruk kepada si kecil, mulai dari diare, perut kembung, dan sebagainya.
Apa salah satu bahaya memberikan air putih pada bayi?

Apa salah satu bahaya memberikan air putih pada bayi?
Dalam jurnal ABM Clinical Protocol #3 2017, dijelaskan rutin memberikan air putih pada si kecil akan membuat kadar bilirubin tubuh bayi meningkat dan menyebabkan penyakit kuning.
