Microgreens, Solusi Makan Sayur Segar yang Ditanam Sendiri & Panennya Pun Cepat

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelamaan di rumah aja, enaknya ngapain lagi ya? Mama Rempong lagi punya kesukaan baru yaitu berkebun.
Happy banget melihat ijo-ijo di pekarangan rumah Mama, tumbuh sehat dan subur semua. Tapi tanaman Mama itu baru untuk enak dilihat mata & membuat sejuk saja sih.
Iseng scrolling timeline Twitter, malah dapat inspirasi baru! Microgreens, yaitu menanam sayuran dan dapat dipanen pada saat usianya masih belia. 7-14 hari saja, lho.
Ini cocok banget buat Mama yang rada malas menyetok sayur, karena seringnya busuk kelamaan di kulkas. Mubazir ya, kan.
Nah, microgreens ini bisa jadi jawaban yang punya masalah sama dengan Mama, karena tinggal gunting sayuran secukupnya, cuci, terus makan deh.
Mama lagi pelajari dari akun Twitter @sabaiX, nih. Ia punya 7 tray mungil microgreens yang disimpan di atas kulkas, 3 pot di teras, dan 3 tray di laci gelap yang baru disemaikan.
Ada bayam hijau, red cabbage, arugula, red radishes, wheatgrass, dan sebagainya.
Yang bikin menarik, nggak perlu lahan luas. Selain itu juga cocok buat jadi tanaman penghias ruangan. Mama cari tahu info-infonya, sayuran hijau mungil nan muda ini, dianggap lebih bergizi daripada ketika mereka sudah dewasa, lho!
Sementara untuk memasukkan microgreens dalam menu makan keluarga Anda, bisa dilakukan dengan banyak cara. Seperti mencampurnya dalam smoothies, menggunakan sebagai hiasan di menu hidangan utama, taburan untuk salad dan sup, atau cocok juga disempilin ke dalam sandwich.
Bibit dan media tanamnya juga banyak dijual di e-commerce dengan harga cukup terjangkau (jadi kita masih bisa untuk tetap #dirumahaja nih).
Gimana, Ma? Yakin mau melewatkannya? (PRC)
