Orang Tua dan Guru Perlu Tahu: Demi Cegah Corona, Jangan Minta Anak Cium Tangan!

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita sudah seharusnya nggak usah panik berlebih terkait virus corona. Tapi pastinya juga, kita mesti terus semangat melakukan pola hidup sehat demi menghindarinya.
Para Mama tahu nggak, salah satunya jangan dulu minta anak cium tangan, termasuk ke gurunya di sekolah.
Eits, ini bukannya lagi ngajarin nggak sopan, ya!
Mama baru-baru ini baca berita di kumparan soal protokol penanganan virus corona. Dan di dalamnya, disebutlah protokol untuk institusi pendidikan. Salah satu poinnya begini:
"Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dsb)."
Untuk berita lebih lengkapnya bisa klik di sini. Jadi, sudah cukup jelas dong ya seharusnya.. Sekarang Mama pun nggak minta anak-anak lagi buat cium tangan teman Mama atau Papanya anak-anak, yang kebetulan lagi bertamu ke rumah.
Serius deh, kita nggak benar-benar tahu kondisi telapak tangan si tamu tersebut sudah bersih atau enggaknya.
Ngomongin sekolah anak, sepanjang yang Mama tahu nih di sekolahnya si sulung, sekarang udah ditambah beberapa wastafel baru. Tapi jujur Mama suka bawain sabun antiseptik sendiri. Alasannya karena sabun di wastafel sekolah cepat banget abisnya!
Mungkin nggak ya dipake buat isi ulang sama siapa gitu, hehehehe.... Mama berkaca aja ke pengalaman diri sendiri waktu staycation di hotel. Iya, Mama suka bawa pulang sabun dan samponya. Hihi..
Lalu gimana soal budaya salam tangan? Mama bersyukur sekarang udah ada protokol resmi gitu dari pemerintah.
Tapi sebelum itu ada, Mama emang udah praktekkin hal itu ke anak-anak Mama. Tentunya Mama juga udah ngobrolin hal ini dan harap minta maklum ke gurunya di sekolah.
Menurut Mama sebelum virus corona ini ada, sebaiknya kalau cium tangan itu jangan mulut anak ketemu si tangan deh. Karena di tangan terdapat kuman hingga virus yang nggak kelihatan mata, kan.. Jadi Mama biasa minta anak kalau salim tuh diarahkan ke keningnya.
Sekian dulu cerita dari Mama Rempong. Jadi para orang tua sekalian dan misal kebetulan anggota komite sekolah anak gitu, mari kita ingatkan semua pihak untuk hentikan sementara budaya salim ini.
Setuju? (PRC)
