Panduan MPASI Menurut WHO, Penting untuk Dipahami!
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di saat bayi semakin dekat menuju usia 6 bulan, yuk segera persiapkan diri dengan beragam informasi seputar panduan MPASI menurut WHO, Ma. Sebagai Organisasi Kesehatan Dunia, panduan dari WHO ini menjadi salah satu panduan yang akurat, lho.
Pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI sendiri didefinisikan oleh WHO sebagai proses yang dimulai ketika ASI saja enggak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi kita. Karena itulah, dibutuhkan makanan dan cairan lainnya bersama dengan pemberian ASI.
WHO memberikan panduan MPASI karena menemukan adanya inkonsistensi dalam pemberian makanan bayi karena orang tua cenderung lebih percaya pada tradisi dan spekulasi tanpa dasar bukti ilmiahnya.
Untuk memaksimalkan pemberian MPASI terbaik pada si kecil, berikut Mama rangkumkan panduan MPASI menurut WHO yang penting untuk kita pahami!
Panduan MPASI Menurut WHO
1. Waktu Pemberian MPASI
Dari saat lahir, bayi disarankan untuk diberi ASI eksklusif selama 6 bulan penuh. Selanjutnya, setelah memasuki usia 6 bulan atau 180 hari itu, perkenalkanlah makanan pendamping ASI sambil terus menyusui mereka hingga usia 2 tahun ya, Ma.
Kalau kita enggak memberikan makanan pendamping pada usia bayi yang ke-6 bulan, pertumbuhan mereka dapat terganggu.
2. Berikan MPASI dengan Cara yang Responsif
Dalam memberikan MPASI, enggak bisa sembarangan juga nih, Ma. WHO menyarankan agar kita memberikan MPASI dengan cara yang responsif. Bagaimana maksudnya?
Cara yang responsif di antaranya adalah memberi makan bayi secara langsung. Saat mereka semakin besar, bantulah agar mereka mulai makan sendiri. Dengan cara itu, kita juga dilatih untuk peka terhadap isyarat dari anak yang menunjukkan mereka lapar atau kenyang.
Mama-Mama bisa memberikan makanan secara perlahan. Jangan lupa pula, doronglah anak untuk rajin makan, tetapi jangan sampai kita terkesan memaksa mereka.
Bila anak menolak banyak makanan, cobalah untuk mengombinasikan rasa, tekstur, dan metode pemberian makannya. Jauhi juga yah Ma gangguan selama makan, seperti menonton video ataupun diberikan mainan.
3. Persiapan sebelum MPASI
WHO memberikan beberapa panduan tentang persiapan sebelum dan saat memberikan MPASI pada bayi. Di antaranya adalah:
mencuci tangan kita sebelum memasak makanan dan menyajikannya.
mencuci tangan anak sebelum mereka mulai menyantap makanan,
menyimpan makanan dengan aman dan menyajikannya sesegera setelah semua telah siap,
menggunakan peralatan masak yang bersih untuk menyiapkan dan menyajikan makanan,
menggunakan peralatan makan yang bersih, seperti cangkir hingga mangkuk saat memberi makan anak, dan
menghindari penggunaan botol susu yang sulit dibersihkan.
4. Porsi MPASI
Terkait seberapa banyak porsi MPASI yang sesuai dengan kebutuhan bayi, kamu bisa memulai memberikan makanan dalam jumlah kecil pada usia bayi enam bulan.
Lalu, saat dia semakin besar, tingkatkan jumlahnya ya, Ma. Selain itu, tetap jaga frekuensi yang teratur dalam menyusui.
WHO juga membagikan rata-rata kebutuhan energi dari makanan pendamping ASI sesuai usia anak.
Bayi usia 6—8 bulan: sekitar 200 kkal per hari .
Bayi usia 9—11 bulan: sekitar 300 kkal per hari.
Bayi usia 12—23 bulan: sekitar 550 kkal per hari.
5. Konsistensi dan Variasi MPASI
Panduan selanjutnya ini terkait konsistensi MPASI dan variasi yang bisa diberikan, Ma. Kita disarankan untuk meningkatkan konsistensi dan variasi makanan secara bertahap seiring bertambahnya usia bayi sambil menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kemampuan bayi.
Bayi dapat menyantap makanan yang dihaluskan dan semi padat di usia enam bulan. Selanjutnya, pada usia 8 bulan, kebanyakan bayi juga dapat menyantap finger food.
Berlanjut di usia 12 bulan, sebagian besar bayi dapat menyantap beragam jenis makanan yang sama dengan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga lainnya.
Namun, tetap diperhatikan yah Ma konsistensi dari makanan padatnya. Hindari makanan yang dapat menyebabkan tersedak, seperti makanan berbentuk kacang-kacangan, anggur, dan wortel mentah.
6. Frekuensi Pemberian MPASI dan Kepadatan Energi
Semakin bertambah usia anak, kita bisa meningkatkan frekuensi pemberian makanan pendamping ASI kepada mereka.
Jumlah pemberian makan yang tepat tergantung pada kepadatan energi makanannya dan jumlah yang biasa dikonsumsi pada setiap kali pemberian makan.
Berikut ketentuan umum yang dibagikan oleh WHO.
Bayi usia 6—8 bulan: MPASI diberikan sekitar 2—3 kali per hari.
Bayi usia 9—11 bulan: MPASI diberikan sekitar 3 kali sehari.
Bayi usia 12—24 bulan: MPASI sudah bisa pula ditambahkan dengan makanan ringan bergizi, seperti sepotong buah atau roti yang ditawarkan 1—2 kali sehari sesuai keinginan dan asupan energi yang telah diperoleh oleh mereka.
7. Nutrisi Bayi dan Makanan Bervitamin Terpenuhi
Berikan kepada bayi berbagai jenis makanan untuk memastikan bahwa kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi, Ma. Misalnya, makanan dari daging, unggas, ikan, atau telur harus dimakan setiap hari ataupun sesering mungkin.
Buah dan sayuran yang kaya vitamin A juga enggak boleh diabaikan untuk dikonsumsi oleh bayi pada setiap harinya. Hindari juga nih Ma, memberikan minuman dengan nilai gizi rendah, seperti teh, kopi, atau soda, serta batasi pula pemberian jus.
8. Ketentuan MPASI saat Bayi Sakit
Ketika bayi sakit, pemberian MPASi harus mengandung asupan cairan yang lebih tinggi ya Ma, termasuk lebih sering menyusui. Selain itu, doronglah anak untuk menyantap makanan yang bertekstur lembut, bervariasi, menggugah selera, ataupun makanan favoritnya.
Setelah sakit, berikan bayi makanan yang lebih banyak dan lebih sering dari biasanya untuk memastikan kembali terpenuhinya kebutuhan gizi mereka.
Semoga seluruh panduan di atas bermanfaat ya Ma untuk kita semua. Semangat terus dalam menyajikan MPASI terbaik bagi si kecil!
(TMA)

