Penyebab Anak Demam Naik Turun dan Cara Mengobatinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak demam pastinya bikin kita jadi panik ya, Ma. Apalagi jika demam anak naik turun, pasti sedih dan rasa khawatir tidak bisa dihindarkan lagi.
Tapi yang perlu Mama ketahui, demam muncul sebagai reaksi alami pertahanan tubuh si kecil untuk melawan infeksi bakteri atau virus dalam tubuhnya.
Umumnya, suhu tubuh normal anak adalah sekitar 37 celsius. Suhu ini bisa berubah-ubah tergantung pada aktivitas anak. Anak dapat dikatakan demam, jika suhunya di atas 37,5 celsius.
Lantas, apa sih penyebab anak demam naik turun? Dan bagaimana cara mengobati demam pada anak? Mama-mama yang penasaran, simak yuk penjelasan lengkapnya berikut ini.
Penyebab Anak Demam Naik Turun
Pada dasarnya, demam naik turun yang terjadi pada anak bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri tertentu, seperti infeksi virus batuk pilek, hingga infeksi yang lebih serius, demam berdarah hingga tifus atau demam tifoid. Suhu tinggi yang terjadi saat demam tersebut merupakan respons normal terhadap penyakit tersebut.
Jika anak demam naik turun selama beberapa hari, tapi masih beraktivitas seperti biasanya, ini merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.
Demam pada anak yang sehat biasanya tidak berbahaya. Jika anak tidak mengalami gejala lain, demam akan hilang dalam 3 sampai 4 hari. Namun, kalau suhu tinggi pada anak tidak kunjung turun, Mama dapat segera berkonsultasi dengan dokter anak.
Menurut American Academy of Pediatrics, jika si kecil berusia kurang dari 3 bulan dan memiliki suhu 38 celsius atau lebih tinggi, maka Mama disarankan untuk segera mendatangi rumah sakit terdekat.
Apa Gejala Demam pada Anak?
Mengutip Cleveland Clinic, terdapat beberapa gejala yang dirasakan anak apabila mengalami demam, antara lain:
Kulit tampak merah dan terasa panas.
Merasa tidak nyaman dan lelah, mereka hanya ingin tertidur lebih lama.
Bernapas lebih cepat dan/atau detak jantungnya cepat.
Tidak mau makan.
Demam berlangsung lebih dari lima hari.
Suhu tubuh lebih dari 40º C
Perilaku anak tidak seperti biasanya, misalnya tidak berhenti menangis, selalu marah, menolak minum dan makan, kesulitan bangun tidur dan sering mengeluarkan liur.
Suhu tubuh anak di bawah 40 celsius, namun mengalami diare, muntah-muntah, dehidrasi, dan mengalami sakit pada tenggorokan serta telinganya.
Cara Mengobati Demam pada Anak
Beri mereka banyak cairan, seperti air mineral untuk mencegah dehidrasi pada si kecil.
Pakaian anak baju yang ringan dan tipis. Sebab pakaian berlebih akan memerangkap panas tubuh dan menyebabkan suhu naik.
Beri mereka makanan jika mereka menginginkannya.
Berikan kompres air hangat pada area dahi.
Jaga suhu ruangan pada suhu sedang, yakni sekitar 20–22°C.
Periksa anak secara teratur di malam hari.
Beri si kecil obat penurun demam, seperti paracetamol atau ibuprofen, periksa tulisan pada kemasan untuk memastikan obat aman diberikan kepada anak.
Usahakan anak agar tetap di rumah dan hindari kontak dengan orang lain sampai suhu tingginya menurun.
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Apa gejala demam pada anak?

Apa gejala demam pada anak?
Kulit tampak merah dan terasa panas, bernapas lebih cepat dan/atau detak jantungnya cepat, tidak mau makan, demam berlangsung lebih dari lima hari, suhu tubuh lebih dari 40º C.
Bagaimana mengobati anak yang demam?

Bagaimana mengobati anak yang demam?
Pakaikan anak baju yang tipis dan ringan, sebab menggunakan pakaian yang tebal akan merangkap panas tubuh dan menyebabkan suhu naik. Jangan lupa untuk memberikan banyak cairan, seperti air mineral untuk mencegah dehidrasi pada anak.
Apakah demam pada anak berbahaya?

Apakah demam pada anak berbahaya?
Demam pada anak yang sehat biasanya tidak berbahaya. Jika anak tidak mengalami gejala lain, demamnya akan hilang dalam 3 sampai 4 hari.
