Penyebab Missed Abortion dan Ciri-cirinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ma, pernah mendengar istilah missed abortion belum? Kalau belum, Mama perlu tahu nih soal kondisi ini. Pasalnya, missed abortion adalah salah satu pada masalah pada kehamilan yang jarang disadari.
Secara sederhana, missed abortion adalah kondisi keguguran tanpa ada gejala apa pun. Maka dari itu, hal ini penting untuk Mama ketahui agar kamu bisa lebih waspadai ketika mengandung.
Guna mengetahui lebih lanjut mengenai missed abortion, simak informasi lebih lanjut mengenai masalah tersebut di bawah ini.
Apa Itu Missed Abortion?
Mengutip dari Pregnancy Birth Baby, missed abortion adalah salah satu jenis keguguran yang tidak memiliki gejala sama sekali. Maka dari itu, kondisi ini juga biasa disebut dengan istilah silent miscarriage.
Missed abortion adalah keguguran ketika janin tidak terbentuk atau berkembang selama berada di rahim. Namun, plasenta dan jaringan embrionik masih ada, sehingga Mama cenderung sulit merasakan gejalanya.
Perlu Mama ketahui bahwa ada setidaknya 10% kehamilan dapat mengalami keguguran dan 80 persen di antaranya sering terjadi pada trimester pertama.
Penyebab Missed Abortion
Penyebab missed abortion belum diketahui secara pasti. Mengutip Healthline, sekitar 50% keguguran saat hamil terjadi karena jumlah kromosom yang dimiliki oleh embrio tidak sesuai.
Pada umumnya, sel telur dan sperma mempunyai 23 pasang kromosom sehingga totalnya menjadi 46 kromosom. Pada kasus keguguran, kromosom yang dimiliki tidak berjumlah 46.
Risiko mengalami missed abortion juga bisa meningkat apabila ibu hamil yang mempunyai gangguan autoimun, perokok berat, masalah endokrin atau trauma secara fisik.
Ciri-ciri Missed Abortion
Missed abortion adalah kondisi yang jarang disadari, Ma. Mama mungkin tidak menyadari ciri-ciri terjadinya masalah kehamilan ini.
Namun, terdapat beberapa ciri-ciri yang bisa terjadi ketika masalah ini terjadi, di antaranya:
Munculnya keputihan kecoklatan
Berkurangnya gejala-gejala kehamilan, seperti mual, nyeri payudara, dan mudah lemas
Ciri ini sangat jauh berbeda dari keguguran pada umumnya yang memiliki gejala seperti:
Terjadi pendarahan lewat vagina
Keluarnya serta jaringan plasenta dari organ intim
Ciri-cirinya yang samar inilah yang menyebabkan ibu hamil jarang menyadari bahwa ia mengalami missed abortion
Ketika missed abortion terjadi, Mama perlu segera mendapatkan penanganan medis. Tindakan medis yang diberikan berupa pemberian obat-obatan untuk mendukung pengeluaran jaringan yang tersisa dari dalam tubuh.
Selain itu, dokter mungkin akan melakukan dilatasi dan kuretase untuk mengangkat janin dan jaringan lainnya yang tersisa dalam rahim.
Nah, untuk mencegah kondisi keguguran, Mama bisa melakukan beberapa taktik selama kehamilan, mulai dari meningkatkan asupan asam folat dan nutrisi lainnya, makan makanan bergizi, rutin berolahraga, mengelola stres, dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.
Dengan melakukan hal ini, Mama bisa mengurangi faktor risiko missed abortion. Tetap jaga kesehatan dengan baik ya, Ma!
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan missed abortion?

Apa yang dimaksud dengan missed abortion?
Mengutip dari Pregnancy Birth Baby, missed abortion adalah salah satu jenis keguguran yang tidak memiliki gejala sama sekali.
Apa penyebab keguguran?

Apa penyebab keguguran?
Mengutip Healthline, sekitar 50% keguguran terjadi karena jumlah kromosom yang dimiliki oleh embrio tidak sesuai.
Bagaimana cara mencegah keguguran?

Bagaimana cara mencegah keguguran?
Cara mencegah kehamilan adalah meningkatkan asupan asam folat dan nutrisi lainnya, makan makanan bergizi, rutin berolahraga, mengelola stres, dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.
