Konten dari Pengguna

Warna Feses Bayi Setelah MPASI, Kapan Harus Khawatir?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi mulai mengonsumsi MPASI. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi mulai mengonsumsi MPASI. Foto: Pexels.com

Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai mengonsumsi makanan padat untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Hal ini bisa menyebabkan adanya perubahan warna feses bayi setelah MPASI.

Mama mungkin akan menyadari adanya perubahan, tidak hanya pada warna, tetapi juga teksturnya. Namun, Mama perlu tahu, warna feses bayi seperti apa yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan.

Lantas, seperti apa perubahan warna feses bayi setelah MPASI? Yuk cari tahu jawabannya dengan menyimak informasi penting di bawah ini.

Warna Feses Bayi Setelah MPASI

Warna feses bayi setelah MPASI yang normal adalah warna hijau kecoklatan. Foto: Pexels.com

Feses adalah zat sisa buangan yang dikeluarkan dari sistem pencernaan yang dikeluarkan karena tidak dapat dicerna dengan baik.

Feses pada bayi biasanya digunakan untuk melihat serta menggambarkan kondisi kesehatannya. Jika mempunyai warna abnormal, artinya bayi sedang mengalami masalah kesehatan tertentu.

Pada saat memulai MPASI, warna feses bayi cenderung akan berbeda dengan sebelumnya. Saat ia disusui, feses bayi biasanya berwarna kuning terang, kuning gelap, hingga hijau gelap.

Nah, Mama mungkin akan melihat perubahan warna feses ketika ia memulai MPASI. Mengutip dari laman Pregnancy Baby Birth, warna feses bayi setelah MPASI yang normal adalah hijau kecoklatan.

Hijau kecoklatan merupakan warna feses yang biasanya dimiliki oleh bayi yang baru saja memulai MPASI. Warna ini bisa saja mengalami perubahan, tergantung pada jenis makanan yang Mama berikan padanya.

Misalnya, Mama memberikan buah naga padanya sebagai camilan. Warna feses bayi akan mengalami perubahan menjadi lebih ungu. Selain itu, Mama mungkin akan melihat feses bayi berubah menjadi warna oranye.

Warna oranye pada feses bayi menandakan bahwa ia telah mampu mengonsumsi dan mengolah makanan yang ia terima. Feses berwarna oranye biasanya muncul pada bayi yang sudah lama mengonsumsi MPASI.

Kapan Harus Khawatir soal Warna Feses Bayi Setelah MPASI?

Warna feses bayi setelah MPASI yang abnormal adalah warna merah. Foto: Pexels.com

Di samping itu, ada beberapa warna feses bayi yang perlu Mama waspadai. Warna tersebut menandakan adanya masalah kesehatan pada bayi, berikut penjelasannya:

1. Warna Merah

Warna merah pada feses bayi biasanya terjadi akibat darah yang tercampur pada zat sisa tersebut. Hal menandakan adanya pendarahan pada saluran pencernaan bayi. Kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh sembelit atau konstipasi.

2. Warna Putih Kapur

Feses bayi yang berwarna seperti putih kapur ataupun keabuan adalah tanda adanya gangguan pada hati bayi.

3. Warna Hitam

Feses bayi berwarna hitam adalah warna yang normal pada bayi yang baru lahir. Namun, warna ini dianggap abnormal pada bayi yang sudah menerima MPASI.

Jika tidak merasa memberikan makanan berwarna gelap dan bayi tampak kesakitan, warna hitam pada feses bayi bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang serius.

Jika warna feses bayi terbilang abnormal dan disertai dengan gejala yang mengganggunya, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat ya, Ma.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu feses?
chevron-down

Feses adalah zat sisa buangan yang dikeluarkan dari sistem pencernaan yang dikeluarkan karena tidak dapat dicerna dengan baik.

Apa warna feses bayi setelah MPASI?
chevron-down

Mengutip dari laman Pregnancy Baby Birth, warna feses bayi setelah MPASI yang normal adalah hijau kecoklatan.

Apa arti feses bayi berwarna merah?
chevron-down

Warna merah pada feses bayi biasanya terjadi akibat darah yang tercampur pada zat sisa tersebut. Hal menandakan adanya pendarahan pada saluran pencernaan bayi. Kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh sembelit atau konstipasi.