Ada Ajakan ke Siswa Ikut Demo 11 April, Pengurus MKKS SMA/SMK Sulut Bilang Ini
ยทwaktu baca 2 menit

MANADO - Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menanggapi adanya isu sesat yang sifatnya provokatif, hasutan dan ajakan yang menyasar mahasiswa dan para siswa, beredar di dunia maya terkait aksi demo 11 April 2022.
Isu tersebut dari oknum tertentu ataupun kelompok kepentingan, menyasar mahasiswa dan anak sekolah untuk terlibat dalam seruan demo 11 April 2022.
Ketika dihubungi wartawan, Kepala Sekolah SMAN 9 Manado sekaligus Sekretaris MKKS SMA Provinsi Sulut dan Ketua MKKS SMA Kota Manado, Drs. Meidy Tungkagi, M.Si mengatakan bahwa saat ini siswa SMA sementara melaksanakan ujian.
"Saat ini siswa SMA sementara melaksanakan ujian, sehingga diharapkan para siswa tetap fokus pada tugas utamanya yaitu belajar untuk mempersiapkan diri bagi masa depan. Kami tidak mengijinkan siswa untuk ikut turun ke jalan melaksanakan aksi," kata Meidy.
Kepada rekan Kepala Sekolah SMA se-Provinsi Sulut, Meidy menghimbau untuk bersama mengawasi siswanya agar tidak terhasut dan terprovokasi dengan ajakan turun ke jalan melakukan aksi nasional pada 11 April 2022.
Sementara, Kepala Sekolah SMK 1 Manado sekaligus Wakil Ketua MKKS SMK Provinsi Sulut dan Ketua MKKS SMK Kota Manado, Drs. Jenner Rein Rumerung, menyampaikan terkait adanya seruan aksi nasional oleh BEM, pihaknya menghimbau para pelajar untuk tidak terhasut dan tidak terprovokasi terhadap seruan aksi nasional pada 11 April 2022.
"Jika melanggar dan didapati ada anak sekolah yang turun mengikuti aksi dijalan, maka akan ada konsekuensi. Karena sesuai tata tertib sekolah, anak-anak tidak diijinkan untuk ikut dalam aksi, karena tugas utamanya adalah belajar dan saat ini fokus pada ujian praktek, melaksanakan kerja lapangan di dunia kerja dan industri serta belajar daring di rumah dibawah pengawasan orang tua dan para guru," ujar Jenner.
Sebagai informasi, dimasa Pandemi saat ini potensi terjadi cluster baru akibat kerumunan sangat rentan terjadi sehingga dibutuhkan peran aktif para Kepala Sekolah, Guru dan orang tua serta stakeholder terkait lainnya untuk bersama menuntun para peserta didik agar tidak terhasut dan terprovokasi oleh agenda terselubung oknum tertentu ataupun kelompok kepentingan.
Tamura
