Konten Media Partner

Begini Sosok Siswa yang Dikeluarkan dari SMA Negeri 4 Manado Menurut Teman

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa inisial DA dan orang tua saat bertemu perwakilah sekolah untuk meminta penjelasan tentang hukuman dikeluarkan dari SMA Negeri 4 Manado. (foto: capture video)
zoom-in-whitePerbesar
Siswa inisial DA dan orang tua saat bertemu perwakilah sekolah untuk meminta penjelasan tentang hukuman dikeluarkan dari SMA Negeri 4 Manado. (foto: capture video)

MANADO - Seorang siswa kelas XII jurusan IPA, SMA Negeri 4 Manado, berinisial DA (16) dikeluarkan dari sekolahnya karena disebut sering tertidur di dalam kelas. Pihak sekolah terkesan tak mau lagi menampung walaupun si siswa sudah di kelas ujian akhir.

Menariknya, para siswa rekan-rekan DA, mengaku jika sosok teman mereka itu bukanlah seorang pembuat onar. Bahkan menurutnya mereka, DA adalah sosok yang baik, sehingga mereka juga kaget jika dia harus dikeluarkan dari sekolah.

"Orang baik. Tidak pernah berbuat onar di kelas. Tidak pernah berbuat hal-hal aneh sih," ujar beberapa siswa yang minta nama mereka tak di-publish.

kumparan post embed

Hanya saja menurut para siswa ini, DA akhir-akhir ini memang sering ketiduran di dalam kelas saat jam pelajaran. Hal ini mengakibatkan dia sempat beberapa kali ditegur oleh para guru.

Selain itu, DA juga beberapa kali datang terlambat ke sekolah dan harus melompat pagar sekolah untuk bisa masuk ke kelas. Mungkin inilah yang menurut para siswa itu mengakibatkan DA dilarang untuk masuk ke sekolah lagi.

"Memang ada berapa kali kena teguran karena lompat pagar. Tapi kalau bilang pembuat onar itu tidak. Kami sendiri hanya berharap yang terbaik untuk DA dan juga sekolah," kata para siswa ini kembali.

Sementara itu, pihak sekolah hingga berita ini ditulis belum memberikan penjelasan alasan hingga akhirnya mengeluarkan DA dari sekolah.

febry kodongan