Konten Media Partner

BP3MI Sulawesi Utara Terima 45 Laporan Soal Keberangkatan Warga ke Kamboja

Manado Baciritaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebanyak 7 warga asal Sulawesi Utara yang berhasil dicegat di Bandara Sam Ratulangi Manado, setelah dilaporkan oleh keluarganya hendak ke Kamboja, Senin 23 Juni 2025. (foto: dokumen)
zoom-in-whitePerbesar
Sebanyak 7 warga asal Sulawesi Utara yang berhasil dicegat di Bandara Sam Ratulangi Manado, setelah dilaporkan oleh keluarganya hendak ke Kamboja, Senin 23 Juni 2025. (foto: dokumen)

MANADO - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara (Sulut), sepanjang tahun 2025 ini telah menerima laporan terkait pemberangkatan warga asal Sulut ke Kamboja, sebanyak 45 laporan.

Angka ini naik hingga 200 persen dibandingkan tahun 2024, yang hanya berjumlah 15 laporan diterima.

Menurut Kepala BP3MI Sulut, Syachrul Afriyadi, melalui Pengantar Kerja Ahli Pertama, Jordy Subekti, setiap laporan yang masuk tidak hanya untuk satu orang, tetapi ada juga yang keberangkatan secara rombongan atau lebih dari satu orang.

Menurut Jordy, saat ini, warga Sulut sudah semakin nekat untuk pergi ke Kamboja. Bahkan, karena saking ketatnya pengawasan yang dilakukan di Bandara Sam Ratulangi Manado, kini para warga yang hendak ke Kamboja, memilih ke Gorontalo sebagai titik keberangkatan.

“Mereka sekarang lebih nekat. Jadi warga Sulut ini menurut beberapa info yang kami dapat, mereka sekarang lewat jalur baru yaitu dari Gorontalo ke Jakarta, baru ke negara tujuan,” ungkap Jordy.

Dijelaskan Jordy, pihaknya sudah menerima tiga laporan terkait keberangkatan warga Sulut via Gorontalo untuk menuju ke Kamboja. Namun, hanya satu yang berhasil digagalkan setelah berkoordinasi dengan BP3MI pusat.

"Warga Sulut yang lewat Gorontalo itu diamankan di Jakarta," kata Jordy.

Menurut Jordy, semenjak awal tahun 2025, melalui kolaborasi dengan Polsek Bandara, BP3MI telah menggagalkan puluhan warga Sulut berangkat ke Kamboja di Bandara Sam Ratulangi Manado.

"Jadi warga Sulut ini nekat untuk ke Kamboja. Mereka suka karena iming-iming gaji besar. Apalagi syarat untuk bekerja terbilang mudah," kata Jordy kembali.