Cerita Gabriella Stevany Eks JKT48 yang Jadi Korban Pelecehan di Kamar Kost
·waktu baca 3 menit

MANADO - Kabar mengejutkan datang dari Gabriella Stevani, eks member JKT48 yang kini tengah menempuh pendidikan sarjana di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Gabriella Stevani yang merupakan member JKT48 generasi ke-8 ini menjadi korban pelecehan di kamar kostnya di wilayah Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.
Pelecehan dalam bentuk direkam dengan handphone saat tidur maupun saat berganti baju setelah selesai mandi, diungkapkannya ke publik lewat sebuah thread utas di akun twitternya @gabstevany.
Diceritakannya, kejadian pelecehan itu terjadi pada tanggal 28 September 2022 saat dirinya bersiap untuk berangkat ke kampus tempatnya kuliah.
"Jadi pada tanggal 28 September 2022. Jam 7 kurang aku siap-siap mandi untuk pergi kuliah. Saat aku bangun tidur, aku liat ke arah ventilasi kamar lampunya menyala ((ada yg nyalain krn kata bapak kost dri jam 5an udh dimatiin))," tulisnya membuka utas di Twitter.
Saat itu dirinya kemudian mandi. Selesai mandi dirinya yang sudah tak berpakaian apa pun terkejut karena saat melihat ke arah ventilasi terdapat handphone yang tengah merekamnya.
Dirinya pun langsung berteriak kencang sembari hendak membuka pintu kamar untuk melihat siapa yang tengah merekam dirinya. Namun, karena sewaktu itu dirinya tak mengenakan satu helai pun baju, dirinya kemudian mengurungkan niatnya dan memilih jongkok di belakang pintu sembari menghubungi temannya yang tinggal tak jauh dari huniannya.
"Disaat itu juga, temen aku yg namanya Emma kebetulan lagi ada di kost Liya lgsg lari ke kost aku. Dia ngetok pintu manggil aku, aku msh jongkok gemetaran buka pintu trus nangis…. Pas emma udh masuk, kita denger suara seseorang gitu. Btw dibilik aku ad 4 cewe 1 cowo.(5 kamar)," tulis Gabriella.
Sayangnya, harapan untuk mengetahui siapa pelaku perekaman dirinya menggunakan handphone justru terhalang oleh sikap dari bapak penjaga kost tersebut. Pasalnya, saat diminta melihat CCTV, bapak penjaga kost justru terkesan tak mau peduli.
"Trus pas nyampe, bapak kostnya kaya bingung gitu krn aku tergesa-gesa. Aku blg “pak tolong pak liat CCTV, tdi ada orang yg fotoin aku dari ventilasi.” BAPAKNYA CM BLG “masa le?(masasih?)” aku blg, “iya bener pak”. “Menghayal kali kamu.” Jawab dia. Aku lgsg too stunned to speak."
"Karna aku diem, si Emma lgsg ngejelasin panjang lebar. Bapak kostnya dengan santai buka CCTV dannn ternyata pada menit kejadian sampe Emma masuk kamar aku itu CCTVnya mati. Baru nyala lagi pas aku sm Emma keluar kamar.😊," tulis Gabriella menjelaskan.
Gabriella kemudian memutuskan untuk pindah dari kost tersebut karena selain merasa tidak aman, juga tidak ada perlindungan yang diberikan oleh pemilik kost kepada dirinya.
"Trus pas aku sama Liya beres-beres, bapak kost blg gini “Pel jo tu kamar, smo ad org mso disini” (pel aja kamarnya, bakal ada org yg masuk sini). Bener-bener kaya ngerasa ga bersalah:(," tulis Gabriella menceritakan pengalaman tak enaknya di kost tersebut.
Sementara itu, thread yang ditulis oleh Gabriella mendapatkan banyak respons dari fans dan netizen twitter. Mereka memberikan dukungan moril untuk Gabriella yang telah menjadi korban pelecehan tersebut.
"Hi, kita ckup sedih untk dengar masalah yg dialami dan marah sama oknum bapak kost yg sengaja menutup-nutupi kasus.
Saran aja skrg lapor aja dlu di kepolisian sama dinas perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak yg kantornya di depan pencatatan sipil manado," tulis akun @Salwiah11.
"Fix hrus laporin sih Geb. Krna ini udah kasus pelecehan. Biar nggak ad korban lagi. Jgn lpa brg bukti hpnya hrus didapetin. At bisa saja dia nyimpen file2 lama yg udah dia rekam sebelumnya," tulis akun @anoptngn
manadobacirita
