Daftar Calon Wali Kota, Jimmy Rimba Rogi: Survei Saya Tertinggi

Jimmy Rimba Rogi, mantan Wali Kota Manado periode tahun 2005-2008, Kamis (14/11) resmi mendaftar di Partai Golkar untuk maju sebagai Calon Wali Kota Manado periode 2020-2025. Didampingi istrinya, Ny Irawati Rogi Saleh dan para pendukung militannya, Imba sapaan akrabnya menyerahkan berkas pendaftaran seperti yang disyaratkan Partai Golkar.
Berkemeja kuning, warna identik Partai Golkar, Imba menyebutkan jika dirinya memilih untuk mendaftarkan diri di Partai Golkar mengikuti mekanisme, walaupun sejak awal, Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara, Christania Eugenia Paruntu, sudah menetapkannya sebagai calon tunggal dari Partai tersebut.
"Namanya partai ada mekanismenya, dan saya tunduk sebagai kader," kata Imba.
Imba sendiri mengaku sangat optimis dengan dukungan masyarakat kepadanya. Apalagi menurutnya, dia telah mengantongi hasil survei, dimana dirinya berada di posisi paling atas, sehingga dirinya kembali terpanggil untuk mencalonkan diri.
"Artinya banyak masyarakat yang masih mengharapkan saya memimpin kota ini. Ini dibuktikan dengan hasil survei saya yang tertinggi. Saya punya data itu," kata Imba kembali.
Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Manado, Danny RWF Sondakh menyebutkan jika pihaknya telah menerima berkas dari Jimmy Rimba Rogi dan akan melakukan verifikasi, sebelum kemudian diajukan untuk dikeluarkan surat keputusan.
"Puji Tuhan, pendaftaran bakal calon Wali Kota atas nama pak Jimmy Rimba Rogi telah sukses. Semua berkas telah kami terima dan tentunya akan diverifikasi sesuai mekanisme partai," kata Sondakh.
Jimmy Rimba Rogi adalah Wali Kota Manado periode 2005-2010. Dengan jargon Manado Kota Pariwisata Dunia, dirinya berhasil mengubah wajah kota Manado menjadi lebih baik. Dirinya, terkenal berhasil membersihkan wajah pusat kota Manado dan membangun serta memperbaiki infrastruktur selama menjabat.
Sayangnya, dirinya tersandung persoalan saat dirinya kurang memperhatikan administrasi keuangan saat peristiwa banjir dan tanah longsor di Kota Manado pada Februari 2006. Akibatnya, dirinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
febry/oktaviana/isa
