Diungsikan Saat Kerusuhan di Maluku, Ibu dan Anak Ini Dipertemukan di Minahasa

MOMEN mengharukan tersaji saat Reinhard Ciono, seorang pengungsi asal Maluku kembali bertemu dengan ibu kandungnya, Deiby Selvia Bara, yang telah 15 tahun terpisah. Reinhard yang senantiasa mencari ibunya itu, tak kuasa menahan air mata, ketika sosok wanita yang melahirkannya ada di depan matanya.
Cerita ini sendiri berawal ketika Reinhard Ciono kecil, terpaksa harus diungsikan oleh keluarganya, karena kerusuhan yang terjadi di Maluku. Saat itu, Reinhard yang baru berusia lima tahun, dititipkan kepada salah satu keponakan Deiby, yang datang ke Minahasa untuk kuliah.
"Karena situasi di Maluku waktu itu tidak menentu, kami keluarga memang memilih untuk menitipkan anak kami paling kecil saat itu untuk dibawa ke Manado. Kami berharap, di Manado dia bisa tinggal di panti dan mendapatkan perawatan yang baik," ujar Deiby kepada wartawan.
Namun, saat om dari Reinhard ini selesai kuliah, dirinya memilih pulang ke Maluku, tapi tidak lagi membawa Reinhard bersamanya. Alhasil, Reinhard benar-benar tinggal sendiri di rantau, dan hilang komunikasi dengan keluarganya di Maluku.
Reinhard kecil kemudian menyambung hidupnya dengan cara mengamen. Hasil dari mengamen ini juga yang digunakannya untuk tetap bersekolah, baik untuk membeli buku, seragam dan kebutuhan lainnya.
"Waktu selesai SMP, ada teman saya ajak tinggal di rumahnya. Saya kemudian pindah dari Minahasa ke Manado dan melanjutkan SMA di Manado sampai selesai. Saya tetap mengamen, karena tidak mau membebani keluarga teman saya yang sudah memberi tempat tinggal," kata Reinhard.
Selepas menamatkan sekolahnya, Reinhard kemudian bekerja di sebuah kedai yang ada di Amurang, Minahasa Selatan. Saat bekerja di Amurang inilah, harapan dirinya untuk bisa bertemu dengan keluarganya di Maluku tetap terjaga. Pasalnya, Kapolsek Amurang, IPTU Wensy Saerang yang sering makan di tempat itu, selalu memberikan motivasi dan mengaku akan membantu Reinhard bertemu dengan ibunya.
Benar saja, lewat bantuan Kapolsek dan beberapa netizen, akhirnya Reinhard berhasil bertemu dengan ibunya, yang ternyata sudah tinggal di Sulawesi Utara, tepatnya di pesisir laut Kabupaten Minahasa, Desa Mahembang, Kecamatan Kakas Induk, Kabupaten Minahasa.
Diceritakan Reinhard, usai bertemu dengan wartawan dan info tentang dirinya dibagikan di media sosial, ada yang menghubungi dirinya, dan mengaku sebagai ayah sambungnya, karena sudah menikah dengan ibu Reinhard. Menurut Reinhard, sewaktu menerima sambungan telepon itu, dirinya langsung menghubungi Kapolsek dan meminta saran.
"Pak Kapolsek langsung respon. Saya kemudian diantar ke tempat kami janjian ketemu. Ada hampir empat jam kami naik mobil. Dan ternyata benar itu ibu saya. Ibu masih mengenal saya," ujar Reinhard sembari menahan isak tangisnya.
Ibu dan Anak ini kemudian saling bercerita panjang. Deiby Selvia Bira, si ibu kemudian menceritakan tentang Reinhard. Menurut Deiby, Reinhard memiliki nama lahir Derlins Ciono dan lahir pada lima Desember 2001. Reinhard atau Derlins yang mengetahui dirinya adalah anak bungsu, ternyata masih memiliki adik dua orang.
"Terus terang, sewaktu kami hilang kontak, kami tetap mencari Derlins atau Reinhard ini. Tapi memang karena keterbatasan, kami tak bisa menemukannya. Kami waktu itu pasrah dan berharap momen ini bisa terjadi dan benar mukjizat itu nyata," kata Deiby.
Deiby yang kini sudah menikah lagi dan telah menetap di Sulawesi Utara, mengaku sangat senang melihat anaknya yang sehat walaupun harus hidup sendirian di tanah rantau.
"Terima kasih untuk semua pihak yang membantu mempertemukan kami lagi. Ini benar-benar hal yang sangat membuat senang. Saya juga berterima kasih untuk orang-orang yang selama ini membantu anak saya tetap berjuang dan bertahan hingga kini," ujar Deiby kembali.
febry kodongan
