Erupsi Gunung Ruang Sebabkan 9.343 Orang Mengungsi dari Tempat Tinggal Mereka

Konten Media Partner
15 Mei 2024 23:44 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Petugas medis menggendong seorang lansia di Pulau Tagulandang menuju ke Kapal yang akan mengevakuasi mereka usai terjadinya erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro.
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis menggendong seorang lansia di Pulau Tagulandang menuju ke Kapal yang akan mengevakuasi mereka usai terjadinya erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
SITARO - Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), menyebabkan 9.343 orang harus mengungsi dari tempat tinggal mereka untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
ADVERTISEMENT
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan jika masyarakat yang mengungsi itu ada yang tetap tinggal di Pulau Tagulandang tapi berada di luar radius larangan, dan juga ada yang meninggalkan pulau tersebut.
Adapun sebaran warga yang mengungsi adalah :
1. Kota Manado sebanyak 2.794 jiwa
2. Kota Bitung sebanyak 1.567 jiwa
3. Kabupaten Minahasa Utara sebanyak 1.041 jiwa
4. Kabupaten Minahasa sebanyak 608 jiwa
5. Kabupaten Sitaro yang terbagi :
Menurut Abdul Muhari, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Pemerintah Kabupaten Sitaro, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, terus berupaya memulangkan pengungsi yang berada di luar kawasan rawan bencana.
ADVERTISEMENT
"Tim yang didampingi BNPB juga melakukan pendataan dan survei lokasi untuk persiapan relokasi pengungsi," ujar Abdul Muhari, Rabu (15/5).
Selain itu, Abdul Muhari juga mengatakan terkait dengan dunia pendidikan, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan kembali kegiatan belajar dan ujian sekolah secara terpusat bagi peserta didik yang terganggu akibat mengungsi.
"Pemerintah Kabupaten Sitaro sendiri telah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai 14-27 Mei 2024," ucapnya.
"Selain masyarakat juga diimbau mengimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang," ujarnya kembali.
franky salindeho