Konten Media Partner

Foto Pemakaman Jenazah AKBP Buddy Alfrits Towoliu di Kota Kotamobagu, Sulut

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemakaman jenazah AKBP Buddy Alfrits Towoliu yang dilakukan secara kedinasan Polisi.
zoom-in-whitePerbesar
Pemakaman jenazah AKBP Buddy Alfrits Towoliu yang dilakukan secara kedinasan Polisi.

KOTAMOBAGU - Jenazah AKBP Buddy Alfrits Towoliu, Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur (Jaktim) yang ditemukan meninggal dunia di pinggir rel kereta api di sekitar Pasar Enjo, Jatinegara, dimakamkan di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (1/5).

Pemakaman dilakukan secara kedinasan polisi, di mana Direktur Ditkrimsus Polda Sulut, Kombes Pol Stefanus Michael Tamuntuan yang memimpin jalannya upacara kedinasan tersebut.

kumparan post embed
Proses upacara kedinasan polisi saat pemakaman jenazah AKBP Buddy Alfrits Towoliu

Sebelum upacara kedinasan dilaksanakan, terlebih dahulu ibadah secara nasrani oleh Badan Pekerja Majelis Jemaat Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM).

Upacara pemakaman di Pekuburan Bahagia, Kota Kotamobagu ini dihadiri oleh para pejabat utama di Polres Kotamobagu dan perwakilan dari Polres Jakarta Timur, serta keluarga.

Pemakaman jenazah AKBP Buddy Alfrits Towoliu di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Saat memimpin upacara kedinasan polisi, Kombes Pol Stefanus Michael Tamuntuan menyatakan jika almarhum dalam penilaiannya adalah seorang rekan prajurit Bhayangkara yang selalu memegang teguh prinsip kedinasan.

Anak dari AKBP Buddy Alfrits Towoliu saat prosesi pemakaman.

"Dengan jujur dan hati yang bersih, kita harus akui begitu banyak jasa yang diberikan oleh almarhum untuk bangsa dan negara. Memang sebagai manusia tidak ada yang sempurna, tapi mari kita berikan ucapan terima kasih dan berikan penghargaan yang tinggi atas dharma bakti dan pengabdian almarhum," ujar Stefanus.

Berikut sejumlah foto yang diambil pada pemakaman tersebut.

Direktur Ditkrimsus Polda Sulut, Kombes Pol Stefanus Michael Tamuntuan

febry kodongan