Indosat Bikin Pelatihan Digital untuk Anak Muda, Emak-emak dan UMKM di Minut

Konten Media Partner
19 Maret 2024 16:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison memberikan sambutan pada pembukaan program pelatihan bidang TIK dalam kerangka Digital Transformation Centers (DTC) Initiatives Framework bersama dengan program Generasi Terkoneksi (GenSi), di Minahasa Utara, Selasa (19/3).
zoom-in-whitePerbesar
Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison memberikan sambutan pada pembukaan program pelatihan bidang TIK dalam kerangka Digital Transformation Centers (DTC) Initiatives Framework bersama dengan program Generasi Terkoneksi (GenSi), di Minahasa Utara, Selasa (19/3).
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MINUT - Indosat Ooredoo Hutchison (ION) bersama Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Kominfo, serta Cisco, perusahaan teknologi terkemuka di dunia, berkolaborasi menggelar program pelatihan bidang TIK dalam kerangka Digital Transformation Centers (DTC) Initiatives Framework bersama dengan program Generasi Terkoneksi (GenSi).
ADVERTISEMENT
Kegiatan pelatihan keterampilan digital ini menyasar anak muda, para emak-emak (ibu-ibu) dan pegiat UMKM yang ada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dengan tujuan untuk menutup kesenjangan digital di Indonesia.
Sebanyak 550 peserta dari tiga segmen, nantinya akan dilatih selama tiga hari, 19-21 Maret 2024, tentang keterampilan dasar atau pengenal digital, keamanan digital maupun cara menggunakan teknologi digital untuk usaha, sesuai dengan tingkat kemampuan peserta masing-masing segmen.
Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, pada opening speech mengatakan, jika program ini pertama di Indonesia dilakukan untuk masyarakat yang ada di pulau terluar.
Dijelaskan Steve, kemampuan akan teknologi digital itu sangat penting dan harus menjadi konsumsi semua wilayah termasuk masyarakat di pulau terluar dan bukan hanya di kota-kota besar saja.
ADVERTISEMENT
Steve kemudian mengutip filosofi dari Sam Ratulangi yakni Sitou Timou Tumou Tou yang punya arti semua manusia yang hidup harus bisa memanusiakan manusia lain. Menurutnya, ini selaras dengan Indosat yang tak hanya mementingkan bisnis, tapi juga ingin memberdayakan masyarakat Indonesia.
"Sejak awal komitmen Indosat itu tak hanya soal bisnis tapi bagaimana memberdayakan masyarakat Indonesia, sumber daya manusia. Untuk itu, Indosat menyediakan konektivitasnya serta melatih SDM-nya agar infrastruktur yang ada benar-benar bisa dimanfaatkan," kata Steve.
"Kita ingin melatih anak muda, ibu-ibu serta para pegiat UMKM itu tujuannya agar nanti ada pemerataan ekonomi yang semakin inklusif. Dan Indosat ingin memastikan jika kita dapat hak akses untuk semua," ujarnya lagi.
Sementara itu, pelatihan Konektivitas Digital di Minut ini juga akan dijadikan Pilot Project, di mana Indosat akan membawa konsep pelatihan tersebut pada pertemuan The International Telecommunication Union (ITU) atau Persatuan Telekomunikasi Internasional.
ADVERTISEMENT
"Harapan kami, setelah mendapatkan pelatihan, para peserta bisa punya insight. Jadi, mereka bisa menerapkan di kehidupan sehari-hari, atau dengan kata lain, kita bisa membangun dari tempat kita sendiri. Dari Minut kita ubah dunia," ujar Steve kembali.
manadobacirita