Jembatan Gantung di Kairagi Weru Manado yang Mulai Ancam Keselamatan Warga

MANADO - Kondisi jembatan yang mengancam nyawa manusia, tak hanya jadi cerita pelosok-pelosok desa di Indonesia saja. Di Kota Manado, jembatan dengan kondisi memprihatinkan ada di Kelurahan Kairagi Weru Kecamatan Mapanget, 10 menit dari pusat Kota Manado dan hanya 300 meter dari kantor megah DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Frangky Giring, warga yang sering menggunakan jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Kairagi Weru Lingkungan V dengan Kelurahan Kairagi I, Kecamatan Mapanget, menceritakan jika jembatan tersebut dibangun oleh masyarakat dengan cara swadaya.
Masyarakat mengumpulkan uang, untuk membeli bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan jembatan. Jumlah yang terkumpul juga tak banyak, hanya Rp 5 juta. Dengan anggaran terbatas itu, warga kemudian bergotong royong membangun jembatan dengan panjang 150 meter ini.
"Kami membangun jembatan ini dengan tiang dari bambu. Alasnya memakai papan kayu dan untuk penahan jembatan kami memakai besi dengan ukuran 10. Mau bagaimana lagi, ini hanya swadaya dari kami masyarakat tidak ada campur tangan pemerintah," kata Giring.
"Sejak dibangun sejak tahun 2010, belum ada sekalipun diperbaiki dengan bahan yang baik. Sekarang itu sudah mulai rapuh. Sudah banyak yang jatuh, karena kayu alas patah," ujarnya lagi.
Janji Wali Kota Manado Saat Pilkada Berlangsung
GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dua periode yang menjabat sejak tahun 2011 dan masa jabatannya berakhir Minggu (9/5) besok, dua kali datang dan berjanji untuk membuatkan jembatan permanen menggantikan jembatan gantung hasil swadaya masyarakat.
Masih ingat di benak Frangky Giring, Lumentut pertama kali datang pada tahun 2010, ketika dirinya baru pertama kali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Manado, berpasangan dengan Harley AB Mangindaan. Saat itu, GSVL sempat merasakan menyeberang menggunakan perahu yang dibayar Rp 2.000 per orang itu.
Tak hanya tahun 2010 saja, pada kampanye tahun 2015, Giring menyebutkan jika Lumentut juga datang untuk mendulang suara di tempat itu.
"Saat itu pak Vecky Lumentut berjanji akan membangun jembatan di lokasi sini. Tapi, sampai sekarang so abis periode nda pernah beking, itu hanya janji saja. Saya kecewa," kata Giring.
Tak hanya Lumentut, Giring juga menyebutkan jika Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey juga pernah berjanji akan membangun jembatan penyeberangan di tempat tersebut. Namun, saat coba ditanyakan oleh masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara beralasan jika mereka terkendala COVID-19, sehingga beberapa proyek fisik tidak jadi dikerjakan.
Giring sendiri mewakili warga hanya berharap ada bantuan dari pemerintah ataupun pihak swasta yang mau membangunkan jembatan tersebut. Pasalnya, itu telah menjadi jalan alternatif untuk mereka.
"Harapan besar kami kepada pemerintah. Tolonglah kami pak Gubernur, pak Wali Kota. Tolong kalau bisa, bangun jembatan di lokasi ini. Pembangunan jembatan sangat penting bagi kami. Kalaupun ada pihak swasta yang mau membantu kami juga mengucapkan banyak terima kasih," katanya kembali.
febry kodongan
