Konten Media Partner

Kumpulan Cerita saat Gempa Mengguncang Sulawesi Utara

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gempa.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gempa.

Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG, akhirnya dicabut Senin (8/7) sekitar pukul 01.20 WITA. Peringatan ini sendiri dikeluarkan pasca gempa bumi berkekuatan 7,1 Magnitudo mengguncang wilayah barat daya Ternate, Maluku Utara, Minggu (7/7) pukul 23.08 WITA, dan dirasakan hingga ke wilayah Sulawesi Utara.

Khusus wilayah Sulawesi Utara, BMKG awalnya merilis beberapa wilayah berpotensi tsunami yakni Kota Bitung dengan status siaga, Minahasa bagian selatan, Minahasa Utara bagian selatan, Minahasa Selatan bagian selatan, dan Bolaang Mongondow bagian selatan, mendapatkan peringatan waspada tsunami. Kelima wilayah yang disebutkan tadi memang berada di pesisir pantai.

Berbagai cerita pun muncul pasca gempa saat jam istirahat warga Sulawesi Utara tersebut. Berikut rangkuman ceritanya.

1. Warga Kota Bitung ke pantai pastikan gelombang air laut

Di saat sebagian warga mulai mencari lokasi yang tinggi, sejumlah warga Kota Bitung justru menuju ke pantai. Mereka ingin melihat perubahan air dan gelombang laut untuk memastikan apakah memang akan terjadi tsunami.

"Makanya kami ingin memastikan apakah memang ada air laut yang surut tiba-tiba atau tidak," ujar Ibrahim, warga Kota Bitung Sulawesi Utara, Senin (8/7) dini hari.

embed from external kumparan

2. Turis China berlarian keluar hotel di pusat Kota Manado

Sejumlah turis China tampak berlari berhamburan keluar dari salah satu hotel yang ada di pusat Kota Manado. Mereka berhamburan keluar, tepat di saat gempa mulai mengguncang Kota Manado sekitar pukul 23.08 WITA.

Alan Inki, warga sekitar hotel tempat turis China menginap, menyebutkan kehebohan tersebut tak sempat terekam. Ini karena warga juga sibuk berlarian keluar rumah akibat gempa bumi yang terjadi.

"Kalau gempa itu biasa terjadi, tapi tadi gempa sedikit membuat cemas, karena durasinya cukup lama. Dari dirasakan hanya kecil, tiba-tiba semakin lama semakin kuat bukan lebih kecil," tutur Alan, Senin (8/7) dini hari.

3. Pacaran terganggu karena warga berbondong ke Pantai Manado

Kejadian lucu terjadi di pesisir Pantai Bahu di Kota Manado, pasca gempa yang terjadi Sabtu (7/7) pukul 23.08 WITA. Masyarakat yang datang berbondong-bondong ke pantai untuk melihat perubahan gelombang air laut, ternyata malah mengganggu beberapa pasangan yang lagi pacaran di pesisir pantai tersebut.

Seperti dituturkan Granger, salah satu warga yang sedang ke pantai untuk melihat pergerakan air laut, beberapa pasangan yang tengah pacaran akhirnya memilih untuk langsung pulang. Pasalnya, kawasan pantai berubah jadi ramai akibat masyarakat yang datang sembari merekam.

"Saat datang ke pantai memang sudah ada beberapa orang. Ternyata lagi pacaran. Kasihan, mereka akhirnya harus cepat pulang karena suasana sudah jadi ramai dengan masyarakat yang ingin memastikan tidak ada tsunami," kata Granger.

4. Kepanikan di pintu keluar kawasan Megamas

embed from external kumparan

Sebuah video yang diunggah ke Instagram memperlihatkan kepanikan yang terjadi di pintu keluar Megamas, kawasan bisnis di Kota Manado. Kebisingan terjadi lantaran sebagian besar kendaraan membunyikan klakson karena pintu portal parkiran lama terbuka.

Dalam video tersebut terlihat seorang ibu sedang menggendong bayinya sambil turun dari kendaraan dan berlari ke arah pintu keluar parkir. Beberapa perempuan lainnya juga tampak berjalan ke pintu keluar, karena mobil tak kunjung bisa jalan.

5. Warga Boltim mengungsi ke kantor bupati

Tengah malam pasca gempa, sejumlah warga di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memilih untuk mengungsi ke kantor bupati yang memang berada di ketinggian. Warga panik, karena adanya peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG.

"Pas gempa tadi, ada orang yang bilang air sudah naik. Ya kami pilih mengungsi," kata Supri, warga Boltim.

Kepanikan terjadi karena ada isu tsunami dan ada sejumlah pihak yang menyebarkan hoaks jika air telah naik. Berkat lokasinya yang berada di tempat yang tinggi, warga bisa langsung melihat pemandangan ke arah laut dari kantor bupati. Warga merasa lebih aman karena di sana mereka bisa memantau langsung jika terjadi tsunami.

Menurut pantauan, ada ratusan warga yang memilih datang ke kantor Bupati Boltim sesaat sesudah gempa. Kabupaten Boltim sendiri tidak ada dalam daftar rilisan BMKG sebagai daerah yang rawan terkena tsunami.

tim manadobacirita