Lontaran Batu Pijar Gunung Ruang Sampai Pulau Tagulandang, BPBD Evakuasi Warga

Konten Media Partner
18 April 2024 8:44 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga menunjukkan batu pijar dari erupsi Gunung Ruang yang sudah dingin.
zoom-in-whitePerbesar
Warga menunjukkan batu pijar dari erupsi Gunung Ruang yang sudah dingin.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
SITARO - Lontaran batu pijar yang disebabkan Erupsi Gunung Ruang di Pulau Ruang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) telah mencapai Pulau Tagulandang yang berada di seberang.
ADVERTISEMENT
Hal ini membuat pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, bertindak cepat dengan melakukan evakuasi warga tahap II, dengan sasaran warga yang tinggal di Kecamatan Tagulandang dan Kecamatan Tagulandang Selatan.
Meydi Teleng, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sitaro, mengatakan hal ini dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari PVMBG, yang meminta agar pada radius 6 kilometer tak lagi ada aktivitas.
Menurut Meydi, pada evakuasi tahap pertama, warga yang tinggal di dua Desa di Pulau Ruang, yakni Kampung Laingpatihe dan Kampung Pumpente, telah lebih dulu dievakuasi dan diseberangkan ke Pulau Tagulandang, untuk kemudian ditempatkan di Posko Pengungsian yang berada di Pendopo Kantor Camat Tagulandang.
Namun peningkatan aktivitas erupsi Gunung Ruang yang terus terjadi hingga status dinaikkan menjadi Level 4 Awas, dengan kondisi sejumlah batu pijar telah mencapai Pulau Tagulandang, pihak BPBD kembali melakukan evakuasi tahap 2 untuk warga di Pulau Tagulandang yang masuk zona radius 6 kilometer.
ADVERTISEMENT
Menurut Meydi, dalam evakuasi tahap 2 ini, warga yang tinggal di Kelurahan Bahoi dan Kelurahan Balehumara di Kecamatan Tagulandang, tidak dapat lagi tinggal di rumah mereka karena masuk di rekomendasi radius 6 kilometer yang dilarang aktivitas.
Selain itu, warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Tagulandang Selatan juga mengalami dampak debu vulkanik dan lontaran batu gunung, sehingga mereka juga sudah dievakuasi.
"Beberapa warga terkena lontaran batu, meskipun tidak mengalami cedera serius. Rumah-rumah warga juga terdampak, meskipun ukuran batu gunung tidak terlalu besar namun tetap menjadi keprihatinan," ujarnya.
Meydi menambahkan bahwa saat ini pihaknya bersama TNI, Polri, dan pemerintah wilayah terus memantau kondisi di lapangan, terutama untuk para pengungsi yang sakit.
"Mereka yang sakit telah ditempatkan di Kampung Lesah, dan mereka merupakan perhatian utama bagi kami," kata Meydi kembali.
Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara.
franky salindeho
ADVERTISEMENT