Nilai Tukar Petani di Sulawesi Utara Turun 0,63 Persen di Februari 2024

Konten Media Partner
4 Maret 2024 14:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang polisi membantu petani mengangkat hasil panen dari kebun.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang polisi membantu petani mengangkat hasil panen dari kebun.
ADVERTISEMENT
MANADO - Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara (Sulut) pada bulan Februari 2024 mengalami penurunan 0,63 persen menjadi 115,15 persen dibandingkan dengan Januari 2024 sebesar 115,88 persen.
ADVERTISEMENT
Perubahan NTP ini dikarenakan nilai Indeks Harga yang diterima Petani (It) mengalami penurunan, sementara nilai Indeks Harga yang dibayar Petani (Ib) mengalami kenaikan.
"Indeks Harga yang diterima Petani (It) turun sebesar 0,56 persen sementara Indeks Harga yang dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,08 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Asim Saputra.
Namun demikian, jika dilihat secara secara Year to Date (YTD) atau tahun kalender, maupun secara Year on Year (YoY) atau tahun ke tahun, NTP justru mengalami kenaikan. Nilai Tukar Petani secara YTD naik 2,04 persen dan YoY naik 9,01 persen.
Sejalan dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mengalami penurunan sebesar 0,71 persen, dari nilai 116,18 di bulan Januari menjadi 115,36 di bulan Februari.
ADVERTISEMENT
Menurut Asim, di wilayah perdesaan terjadi inflasi 0,04 persen, di mana inflasi tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,25 persen, disusul oleh kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,22 persen.
"Dan untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar yaitu kelompok perlengkapan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,11 persen," ujar Asim kembali.
manadobacirita