Oknum Polisi Tabrak Mahasiswa di Minahasa Hingga Tewas, Sepekan Baru Ditahan

Konten Media Partner
9 April 2024 20:16 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Motor milik mahasiswa korban tabrak oleh mobil Honda Jazz yang diduga dikendarai oknum polisi. (foto: dokumen keluarga)
zoom-in-whitePerbesar
Motor milik mahasiswa korban tabrak oleh mobil Honda Jazz yang diduga dikendarai oknum polisi. (foto: dokumen keluarga)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MINAHASA - Kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan seorang mahasiswa bernama Guntur Abas (18), tewas usai ditabrak oleh pengendara mobil Honda Jazz yang diduga oknum polisi, viral di media sosial, usai keluarga korban meminta keadilan.
ADVERTISEMENT
Kasus ini mencuat karena pelaku yang diduga oknum polisi dan anak dari salah satu perwira menengah ini, ternyata tak kunjung ditahan. Bahkan kendaraan Honda Jazz yang digunakan saat kecelakaan juga tak diamankan polisi. Padahal, motor korban justru telah ditahan polisi.
Akun facebook Shevia Salsabila yang mengaku keluarga korban, menjelaskan kronologi kecelakaan pada tanggal 2 April 2024 tersebut, saat korban baru selesai mencari makanan untuk santap sahur.
"Selasa, 02 april 2024 waktu dini hari (waktu subuh) Sepupu saya Guntur Abas mahasiswa aktif universitas negeri manado fakultas ilmu pendidikan dan psikologi, mengalami kecelakaan di jalan perempatan tugu Pancasila (perempatan arah ke pasar beriman) kota Tomohon yang mengakibatkan tengkorak kepalanya pecah, tangan kiri patah, pendarahan yang tiada henti, sampai guntur harus segera diberi tindakan operasi karena cedera bagian kepala yang parah, pasca operasi guntur terbaring Kritis dan koma selama 7 hari memperjuangkan hidupnya di dalam ruang ICU hingga akhirnya pada hari ini senin 08 april 2024 Pukul 10.00 WITA," tulis Sheiva.
ADVERTISEMENT
Menurut Sheiva, sampai saat ini pihak kepolisian dalam hal ini Polres Tomohon tidak menindaklanjuti kasus kecelakaan ini, bahkan plat nomor dari kendaraan yang menabrakkan tidak pernah mau dipublikasikan, sedangkan motor yang dikendarai korban yang kondisinya hancur dan rusak parah sudah ditahan pihak polisi.
"Mobil yang terlibat kecelakaan dengan Guntur (korban) tidak ditahan malah pelaku masih berkeliaran bebas dengan mobil tersebut. Kami pihak keluarga berkali-kali sudah mendatangi Polresta Tomohon untuk memintai kejelasan terkait kasus kecelakaan ini yang menyebabkan anak saya koma selama 7 hari dan meninggal dunia. Tapi pihak Polresta Tomohon seakan tutup mata dan tutup telinga, kami pun sudah berusaha sendiri mencari para saksi dan meminta CCTV di area kecelakaan tepatnya di kantor notaris, tapi entah kenapa keluhan kami dan permintaan kami tidak diterima dan tidak diindahkan," tulis Sheiva.
ADVERTISEMENT
"Setiap kami dan keluarga menelusuri kasus kecelakaan Guntur seperti dipersulit dan ditunda-tunda banyak pihak. Usut punya usut, ternyata yang mengendarai mobil honda jazz tersebut merupakan anggota kepolisian yang sedang dinas di Polresta Tomohon dan anak dari Kapolsek (di) Minahasa. Kami mohon bapak/ibu/teman-teman semua untuk bantu viralkan kasus ini, kami hanya ingin keadilan kami hanya ingin pertolongan hukum yang se adil-adilnya sebelum saya menulis narasi ini kami pihak keluarga sudah berusaha semampu kami untuk kasus ini tapi hasilnya sampai hari ini tidak ada sama sekali kejelasan terkait kecelakaan yang menimpa Guntur," tulis akun Sheiva tersebut.
Sementara itu, Kapolres Tomohon, AKBP Lerry Ronald Tutu, mengaku jika pihaknya sudah menahan pelaku pada Senin (8/4) kemarin. Dirinya pun membantah jika kasus ini dibiarkan karena menurutnya sudah ditangani sejak awal.
ADVERTISEMENT
"Untuk penanganan sudah dilakukan sejak awal. Untuk kendaraan sudah diamankan sebelum korban meninggal dunia. Untuk pelaku sudah diamankan kemarin," ujar Lerry, Selasa (9/4).
"Untuk proses penanganan Laka Lantas oleh Sat Lantas, kami jamin secara profesional," ujarnya lagi.
febry kodongan