Pedagang Petasan Raup Omzet Jutaan Rupiah Jelang Malam Tahun Baru

Malam pergantian tahun selalu dimeriahkan dengan pesta kembang api. Kemeriahan terjadi di setiap sudut Kota Manado, karena hampir seluruh masyarakat ikut larut dalam kemeriahan menyambut tahun baru. Petasan pun menjadi barang paling laris di malam pergantian tahun.
Hal inilah yang dilihat oleh sebagian warga di Kota Manado, sebagai peluang untuk mendapatkan rezeki dengan menjual petasan. Variasi petasan mulai dari yang paling kecil hingga kembang api yang ditembakkan ke langit, dijual hampir di seluruh sudut kota.
Bermodalkan Rp 1 juta saja, siapa pun bisa meraup untung dari penjualan petasan dan kembang api. Pasti laris, karena tak hanya menyasar kalangan tertentu saja, melainkan hampir seluruh lapisan masyarakat mau mengeluarkan uang untuk membeli petasan.
Iswadi Pade (58), pedagang petasan di daerah Titiwungen, Sario mengaku setiap tahun keuntungannya dalam berjualan selama beberapa pekan jelang malam pergantian tahun, bisa dikatakan cukup baik karena menyentuh angka jutaan. Ayah dari enam orang anak ini mengaku, tahun 2006-2009 adalah tahun paling besar keuntungan.
"Kalau sekarang sudah berkurang jauh keuntungannya. Soalnya di seluruh wilayah itu berjualan. Kalau tahu 2006 sampai 2009 itu penjualnya masih bisa dihitung dengan jari. Bahkan, dulu distributor juga tidak terlalu banyak, sehingga orang-orang banyak membeli eceran," tutur Iswadi.
"Tapi biasanya kalau sudah malam pergantian tahun, banyak yang akhirnya membeli eceran karena suka ramai dan memasang petasan sendiri. Di sini, biasanya kami pedagang eceran mendapat tambahan," katanya kembali.
Sementara, Crispian Lumenta pedagang pengecer di Manado mengaku, jenis petasan yang paling laris adalah bawang ajaib, zip zap pop, Telur Dino, dan Komodo Egg. Ini semua adalah jenis untuk anak-anak yang dijual eceran, sehingga lebih terjangkau dibeli.
Kalau untuk dewasa, kembang api jenis roman candle mulai dari ukuran 0,8 dengan 5 dengan 15 kali tembak serta ukuran 1,8 dan 1,9 inci dengan isi 8 kali tembak. Dikatakan Lumenta, saat ini pihak kepolisian hanya memberikan izin hingga 1,9 inci.
"Untuk rata-rata harga kembang api mulai dari Rp 25 ribu hingga ada yang Rp 5 juta. Semuanya tergantung dari jenis dan keinginan pelanggan itu sendiri," tutur Lumenta kembali.
febry kodongan
