Pengakuan Warga yang Hendak ke Kamboja-Thailand: Kami Susah Dapat Kerja di Sulut
ยทwaktu baca 2 menit

MANADO - Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado berhasil mengamankan 14 orang korban TPPO, warga dari berbagai daerah di Sulawesi Utara (Sulut) yang akan berangkat ke Kamboja dan Thailand, untuk bekerja sebagai admin judi online (judol) dan pelaku online scamming.
Mereka diamankan dalam dua hari berturut-turut, yakni Minggu (7/9) dan Senin (8/9). Dari 14 orang itu, lima di antaranya adalah perempuan dan sembilan adalah laki-laki.
"Ini adalah langkah dari Polsek untuk mencegah dan menangkal dugaan TPPO. Kami ambil data dan keterangan dari yang bersangkutan,kemudian kami serahkan ke P3MI untuk didata di basis lalu dipulangkan ke keluarga masing-masing," ujar Kapolsek Kawasan Bandara, IPDA Masry.
Sementara, Bunga, nama samaran, mengaku jika dia tergiur dengan penawaran gaji yang mencapai Rp 15 juta per bulan.
"Keputusan untuk berangkat karena tergoda iming-iming gaji besar Rp 15 juta. Apalagi tiket juga dapat dari perusahaan," ujar Bunga.
Namun demikian, Bunga mengaku alasan utama dia akhirnya mau pergi ke luar negeri adalah kenyataan jika dirinya sangat sulit mendapatkan pekerjaan di Sulawesi Utara (Sulut).
Dia mengaku jika sudah beberapa kali mencari pekerjaan yang layak, tapi dia selalu gagal. Hal inilah yang mendorongnya untuk mau menerima tawaran pekerjaan dari luar negeri.
"Keluarga tidak ada yang tahu. Tapi sebenarnya ini juga untuk keluarga karena di sini (Sulut) susah dapat kerja," ujarnya kembali.
