Konten Media Partner

PVMBG: Aktivitas Gempa dan Titik Api Terpantau di Gunung Lokon, Status Siaga

Manado Baciritaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengamat Gunung Api Penyelia PVMBG, Farid Ruskanda, memberikan penjelasan terkait aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, yang kini sudah berstatus Level III (Siaga).
zoom-in-whitePerbesar
Pengamat Gunung Api Penyelia PVMBG, Farid Ruskanda, memberikan penjelasan terkait aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, yang kini sudah berstatus Level III (Siaga).

TOMOHON - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik di Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), masih terus terjadi hingga Selasa (9/9) siang.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, tercatat gempa vulkanik terjadi secara fluktuatif hingga 17 kali setiap enam jam.

Pengamat Gunung Api Penyelia PVMBG, Farid Ruskanda, menyampaikan bahwa status Gunung Lokon kini berada pada Level III atau Siaga, sehingga pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk pembatasan aktivitas di dekat area Gunung Lokon.

“Sampai saat ini, kami masih merekam aktivitas gempa vulkanik. Oleh sebab itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sekitar radius 2,5 kilometer,” ujar Farid.

Dari pantauan real time, Farid menyebut pihaknya juga mendeteksi adanya titik api di area Gunung Lokon, di mana perubahan visual tersebut mulai tampak sejak Selasa, 2 September 2025 pada sore hari.

“Perubahan visual mulai terjadi sejak Selasa, 2 September 2025 sore hari, diikuti sinar api di dasar kawah dan asap kawah dari tipis menjadi tebal, dengan ketinggian mencapai 125 meter,” katanya.

Sementara itu, pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk membatasi kegiatan di wilayah pegunungan.

Salah satu masyarakat di kelurahan Kakaskasen II, kota Tomohon, juga mengaku informasi telah disampaikan pemerintah sejak seminggu terakhir.

“Informasi disebar pemerintah lewat grup WhatsApp, kami diminta untuk waspada dan jangan dulu beraktivitas di gunung Lokon. Jadi kami sementara ini mengikuti apa yang disarankan pemerintah,” kata Indri Pangemanan, warga di kaki Gunung Lokon.