Konten Media Partner

Sulawesi Utara Alami Inflasi 0,64 Persen di Bulan Juni 2025

1 Juli 2025 20:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Beras yang dijual pedagang di Pasar Pinasungkulan Kota Manado.
zoom-in-whitePerbesar
Beras yang dijual pedagang di Pasar Pinasungkulan Kota Manado.
ADVERTISEMENT
MANADO - Sulawesi Utara secara month to month (m-to-m) alami inflasi 0,64 persen di bulan Juni 2025. Secara year to date (y-to-d), atau tahun kalender hingga Juni 2025, juga alami inflasi 1,85 persen.
ADVERTISEMENT
Kenaikan harga beras menjadi faktor pendorong utama terjadinya inflasi. Beras memberikan andil hingga 0,31 persen lebih tinggi dari cabai rawit yang juga mendorong terjadi inflasi dengan andil sebesar 0,26 persen.
Sementara, daging babi yang alami penurunan menjadi komoditas yang menahan laju inflasi dengan andil -0,14 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Aidil Adha, menyebutkan jika Kota Manado menjadi daerah di Sulut dengan tingkat inflasi tertinggi yakni sebesar 0,77 persen. Beras memberikan andil terbesar mendorong inflasi dengan nilai 0,37 persen.
"Kemudian ada Kabupaten Minahasa Utara dengan inflasi sebesar 0,71 persen. Berbeda dengan Kota Manado, komoditas pemberi andil tertinggi terjadinya inflasi di Minahasa Utara adalah cabai rawit dengan nilai 0,46 persen," kata Aidil.
ADVERTISEMENT
Kota Kotamobagu dan Kabupaten Minahasa Selatan mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,45 persen dan 0,21 persen. Di Kota Kotamobagu, beras yang menjadi pendorong inflasi, sementara di Minahasa Selatan adalah cabai rawit.
"Jika dilihat secara year on year, tingkat inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 2,99 persen dan terendah
di Kota Manado sebesar 1,28 persen,” kata Aidil kembali.