Sulawesi Utara Inflasi di September 2025, Penyebabnya Cabai Rawit dan Tomat
·waktu baca 2 menit

MANADO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merilis data jika di bulan September 2025 tingkat inflasi secara month to month (m-to-m) sebesar 0,07 persen, dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,01 persen.
Dari empat wilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulut, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sebesar 0,48 persen, lalu di Kota Kotamobagu 0,13 persen dan Kota Manado 0,03 persen. Kabupaten Minahasa Selatan jadi satu-satunya wilayah yang alami deflasi 0,28 persen.
Kepala BPS Sulut, Aidil Adha, menjelaskan jika komoditas dominan pendorong inflasi di bulan September 2025 adalah cabai rawit dan tomat. Sementara komoditas yang menahan laju inflasi adalah bawang merah serta beras.
"Cabai rawit mendorong inflasi sebesar 0,14 persen dan tomat sebesar 0,10 persen. Ada juga komoditas lain pendorong inflasi seperti daging babi sebesar 0,08 persen, emas perhiasan dan ikan deho masing-masing 0,05 persen," ujar Aidil.
Sementara itu, jika dilihat secara Year on Year (y-on-y), tingkat inflasi yang terjadi sebesar 1,57 persen.
"Tingkat inflasi tahunan September 2025 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya," kata Aidil.
“Sementara, tingkat inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 2,56 persen dan terendah di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 1,04 persen,” kata Aidil kembali.
