Unsrat Manado Alihkan Perkuliahan ke Sistem Daring Buntut Pemilihan Presiden BEM
·waktu baca 2 menit

MANADO - Pihak Rektorat kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, memilih untuk mengalihkan perkuliahan ke sistem dalam jaringan (daring) atau online, buntut adanya kekhawatiran bentrok pendukung calon Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Keputusan ini berlaku sejak Selasa (20/5) hingga Jumat (23/5) lusa. Pihak rektorat menilai kebijakan ini adalah yang terbaik setelah melihat perkembangan situasi yang berkembang usai pemilihan Presiden BEM yang harus dilakukan ulang di beberapa TPS.
“Kami telah melaksanakan rapat. Kami mencegah supaya tidak ada eskalasi, makanya kami sepakat jangan dulu ada kuliah tatap muka,” ujar Wakil Rektor Satu Unsrat Manado, Ir Arthur Pinaria.
Arthur juga mengatakan untuk meredakan ketegangan yang sempat terjadi, pihaknya akan berupaya menjalin komunikasi dengan para mahasiswa yang bertikai untuk mencapai solusi yang diharapkan.
Kendati begitu, ia memastikan proses perkuliahan tetap dapat berlangsung meski hanya dilangsungkan secara daring atau online. Oleh karena itu, dia berharap permasalahan tersebut tidak berlarut-larut dan segera teratasi.
“Jadi ini untuk menenangkan saja, selama seminggu ini kita daring dulu dan Senin nanti sudah mulai perkuliahan tatap muka seperti biasa. Tetapi sudah kita sosialisasikan juga ke masing-masing dekan,” katanya kembali.
Sementara itu, sejumlah mahasiswa mengaku sangat dirugikan dengan kebijakan ini. Mereka menilai jika pihak rektorat justru mengorbankan lebih banyak mahasiswa terutama yang sedang ujian atau sudah menjadwalkan sidang proposal maupun skripsi.
"Pihak rektorat harusnya cari solusi yang benar bukan meliburkan aktivitas kampus. Kami yang sudah terjadwal ujian harus dimundurkan karena kebodohan mahasiswa-mahasiswa yang hanya ingin menang sendiri. Harusnya mereka yang bertikai itu yang diberi sanksi bukan kami yang terimbas," ujar sejumlah mahasiswa yang mengaku sangat kecewa dengan keputusan tersebut.
