5 Sosok Penghijaun yang Menginspirasi, Dalam Sepi Berjuang Menghijaukan Bumi!

lindungihutan
Akun resmi informasi kegiatan LindungiHutan.
Konten dari Pengguna
8 Maret 2023 16:45 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari lindungihutan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto para pejuang lingkungan. Sumber: Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Foto para pejuang lingkungan. Sumber: Dokumentasi pribadi.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kerusakan alam dan lingkungan nyatanya bukan hanya soal pembangunan yang kerap kali bersifat destruktif, tetapi juga tentang bagaimana manusia kehilangan ‘relasi’ dengan alam. Perasaan memiliki dan menjaga itulah yang kini hari mungkin sudah hilang.
ADVERTISEMENT
Padahal, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan, pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan seharusnya makin inklusif. Walhasil, terciptalah kesadaran kolektif untuk bersama-sama melestarikan lingkungan.
Namun tenang, masih ada segelintir orang—karena memang tidak banyak, yang masih memiliki kepedulian kepada lingkungan. Orang-orang ini mengabdikan dirinya demi menjaga bumi yang senantiasa asri dan memberikan kebaikan bagi makhluk hidup di dalamnya.
Siapakah mereka? Berikut 5 sosok penghijau yang patut kita apresiasi bersama atas kerja-kerja pelestarian lingkungannya!

1. Wasito

Wasito adalah seorang Aparatur Sipil Negara atau ASN yang mendapatkan penghargaan Kalpataru tahun 2020 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diperolehnya atas kerja keras sejak tahun 2006. Wasito melakukan upaya konservasi pesisir melalui penanaman mangrove, bakau, hingga cemara di Kabupaten Kendal.
ADVERTISEMENT
Semua berawal dari rasa prihatin dengan kondisi pantai di tempat tinggalnya yaitu di Desa Kartika Jaya. Untuk itu, Wasito memilih untuk menanam!
Bukan tanpa halangan, selama dirinya menanam mangrove tak sedikit yang mencemooh aksi Wasito. Dirinya terus konsisten melakukan penanaman. Sampai tibalah saatnya hasil membuktikan, ibarat kata pepatah, siapa menanam dia akan menuai. Tanaman yang Wasito tanam berhasil hidup dan memberikan manfaat untuk masyarakat.
Wasito berharap agar pesisir Kendal makin hijau dan taraf perekonomian masyarakat bisa ikut meningkat dengan adanya ekosistem mangrove. Karena, selain berperan sebagai benteng alami pencegah abrasi, mangrove juga bermanfaat secara sosial dan ekonomi.

2. Son Haji bersama Pokdarwis Alipbata

Dari Kendal kita bergeser ke Bekasi tepatnya di Kecamatan Muaragembong. Son Haji berjuang bersama Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Alipbata mengembalikan hijaunya Muaragembong seperti sedia kala.
ADVERTISEMENT
Karena memang, ekosistem mangrove di Muaragembong sendiri telah mengalami laju degradasi akibat konversi lahan. Konversi lahan lantas berimbas pada intrusi air laut dan abrasi yang menerjang. Lingkungan yang rusak berimbas juga terhadap terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat.
Kondisi tersebut membuat Son Haji bersama Pokdarwis Sadar Wisata ambil tindakan. Tak ingin kampungnya tenggelam, Son Haji menanam mangrove sejak tahun 2013 untuk mengembalikan hijaunya Muaragembong.
Bersama LindungiHutan, sampai saat ini wilayah penanaman yang ditanami kurang lebih seluas 40 hektare. Lokasinya berada di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan

3. Dayanto

Masih di Jawa Barat tepatnya di Dusun Tangkolak, Kabupaten Karawang, Dayanto menanam mangrove sebagai respon ketakutannya apabila kampung yang dirinya tinggali tenggelam. Bukan tanpa sebab, pada tahun 2020 gelombang besar sempat menerjang Pesisir Tangkolak dan menghancurkan destinasi wisata pantai mangrove yang ada.
ADVERTISEMENT
Akibatnya, 1,2 km garis pantai rusak berat. Kurang lebih 5 hektare lahan mangrove tenggelam sehingga lebih dari 100 ribu pohon mangrove hancur.
Maka dari itu, Dayanto bersama Kelompok Kreasi Alam Bahari mulai menjaga kelestarian mangrove sejak tahun 2014. Mulai dari melakukan pembibitan, penanaman, hingga perawatan.

4. Ujang Kustiawan

Dari Ibu kota DKI Jakarta kita kenalan dengan Ujang Kustiawan atau kerap disapa Pak Ujang, seorang petani mangrove di kawasan Mangrove Ecotourism Center Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Sejak usianya masih 23 tahun, Pak Ujang memang sudah memantapkan niatnya untuk menjadi petani. Dirinya bersama rekan-rekan Kelompok Tani Flora Mangrove berjuang melawan abrasi di kawasan Pantai Indah Kapuk.
Bagi Pak Ujang menanam sudah menjadi bagian dari hidupnya. Menanam maupun merawat tanaman sudah seperti rutinitas sehari-hari yang tak bisa ditinggalkan. Tekadnya untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove di Pantai Indah Kapuk sudah sepatutnya menjadi inspirasi kita semua.
ADVERTISEMENT
Bagaimana tidak? Di tengah padatnya kota yang sarat akan pembangunan, Pak Ujang ingin tetap menjaga hijaunya Jakarta yang konon katanya kini tinggal cerita.

5. Ahmad Marbawi bersama Kelompok Tani Hutan Remaja Tanjung Burung

Terakhir ada anak-anak muda keren dari Tangerang yang punya kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Namanya Ahmad Marbawi, satu dari sekian anak muda yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Remaja Tanjung Burung yang berada di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang.
Ahmad bersama teman-temannya menggeluti konservasi mangrove sejak tahun 2016 dengan fokus kegiatan di Muara Cisadane. Berbagai macam kegiatan dilakukan mulai dari pengelolaan kawasan hutan, peningkatan perekonomian masyarakat, hingga edukasi dan sharing sesama pelajar, komunitas, hingga instansi.
Ahmad berharap, dirinya bersama teman-temannya dapat memajukan kawasan hutan mangrove yang ada dan menjaga kelestariannya. Supaya dapat bermanfaat luas sekaligus sebagai sarana edukasi anak cucu ke depannya.
ADVERTISEMENT
Itulah 5 sosok penghijau yang senantiasa berjuang menjaga kelestarian lingkungan. Semoga kisah mereka dapat memicu semangat kita bersama untuk ikut membantu perjuangan yang dilakukan olehnya.