Susahkah Mengatur Budget Keuangan untuk Pasutri Baru?

Passionate writer & food lover
Tulisan dari Marga Apsari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengatur budget saat masih melajang dan sudah menikah itu ternyata beda banget. Sewaktu masih menyandang status single, tujuan aku menabung cuma mentok untuk jalan-jalan, beli gadget baru, dan biaya menikah. Mengumpulkan dana darurat pun bisa diatur, karena tanggungan ya cuma diri sendiri aja. Nggak ada beban pikiran lain-lain sama sekali.

Ternyata, kalau sudah menikah, pemikirannya harus lebih panjang lagi. Dana darurat harus disiapin dua kali lipat, aku dan suami. Walau saat ini kami sebagai pasutri baru belum dikaruniai buah hati, tapi kami tentu ingin siap secara finansial nantinya. Biaya kehamilan, persalinan, sampai dengan pendidikan anak, bisa ditabung sejak sekarang biar nanti nggak kaget dan ngos-ngosan.
Mengatur Budget untuk Pasutri Baru
Setiap rumah tangga pastinya punya aturan masing-masing. Kalau di keluargaku, istri diberikan ‘kekuasaan’ sebagai menteri keuangan keluarga. Dengan kata lain, aku sebagai istri harus pintar-pintar bikin budget keuangan keluarga. Tanpa harus berpelit-pelit dengan kehidupan, kami harus tetap bikin rencana keuangan untuk masa depan.
Ilmu budgeting ini bisa dapat di mana-mana. Mulai dari Instagram sampai offline classes. Salah satunya adalah acara Moms Mingle yang diadakan oleh Kumparan & Sun Life. Ternyata, tidak sesulit yang aku bayangkan untuk mengatur keuangan keluarga.
Belajar dari Mba Ila Abdurrahman, Financial Planner, ada beberapa pos wajib yang perlu diketahui buat budgeting secara umum, yaitu:
40% Living Cost → Ini adalah biaya kehidupan sehari-hari. Mulai dari belanja bulanan, makan, tagihan listrik, pulsa, internet, transport, dan lain-lain.
30% Hutang Produktif → Hutang produktif ini maksudnya adalah cicilan yang nantinya bisa dijadikan aset, seperti rumah atau mobil
15% Tabungan dan Investasi → Tabungan bisa diutamakan dulu untuk dana darurat. Setelah itu baru mulai investasi. Bisa dalam bentuk reksadana, saham, deposito, sukuk, logam mulia, dan sebagainya.
5% Asuransi → BPJS, asuransi kesehatan swasta, dan asuransi jiwa wajib ada! Kalau asuransi jiwa, sebaiknya untuk anggota keluarga yang bekerja saja sih.
10% Sosial → Sedekah, santunan, atau untuk isi amplop di kondangan teman atau keluarga.
Jangan lupa untuk bayar zakat penghasilan dulu sebesar 2,5% (untuk yang beragama Islam) sebelum mulai bikin budgeting ya! Sekarang ini bayar zakat udah bisa online, jadi jangan malas biar berkah!
Tujuan perencanaan keuangan ini tentu adalah untuk menciptakan cash flow sehat dalam keluarga. Adanya rasa aman dalam urusan finansial bisa bantu kurang-kurangin masalah keluarga. Supaya kehidupan berumah tangga bisa lebih bahagia juga!
Yang Harus Dilakukan Supaya Keuangan Sehat Selain Budgeting
Budgeting emang bisa dibilang kunci utama dari keuangan keluarga yang sehat. Tapi, ya pastinya budgeting ini nggak akan berhasil kalau harus berdiri sendiri. Masih ada beberapa hal yang wajib dicatat. Apalagi buat pasutri baru yang masih harus sering duduk bareng buat mengatur segalanya bersama.
Masih dari acara Moms Mingle kemarin, ada 3 hal lain yang wajib diperhatikan selain budgeting supaya keuangan keluarga semakin sehat.
Ketahui Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Makan itu adalah kebutuhan, tapi makan sirloin steak di cafe mahal adalah keinginan. Punya tas untuk bawa barang sehari-hari adalah kebutuhan, tapi punya tas bermerek seharga jutaan itu keinginan. Kasarnya, nggak usah selalu mementingkan gengsi. Sesuaikan apa yang kita beli dengan income yang kita miliki. Jangan sampai kita memaksakan diri sendiri semata-mata cuma biar dinilai ‘lebih’ oleh orang lain. JANGAN!!
Planning Ini ada hubungannya sama budgeting. Kalau sudah berkeluarga, planning keuangan pasti beda dengan yang masih single. Bakal perlu tabungan untuk persalinan, pendidikan anak, dan lain-lain. Samain visi dengan pasangan masing-masing ya! Soalnya, setiap keluarga bakal punya prioritas planning yang beda-beda. Ada yang mengutamakan anaknya masuk sekolah swasta terkenal, tapi nggak perlu tamasya keluarga. Ada juga yang nggak masalah anaknya masuk sekolah biasa aja, tapi harus ada tamasya keluarga.
Kenali Produk Finansial Poin ke-3 ini berkaitan juga dengan budget investasi. Jangan sampai kemakan iming-iming investasi dengan modal minim, tapi bisa dapat hasil berlipat-lipat ganda. Karena setiap investasi itu hukumnya high risk high return, pun sebaiknya. Kalau mau dapat hasil yang tinggi, ya harus modal tinggi juga (dan bisa berisiko). Aku sendiri memilih buat investasi yang aman-aman aja, walau hasilnya mungkin nggak seberapa. Misalnya reksadana atau SBN (Surat Berharga Negara) dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia.
Tips Penting Dalam Mengatur Budget Keuangan
Gimana caranya biar sistem budgeting ini berhasil? Berarti harus selalu mengencangkan ikat pinggang dong?
Supaya lancar mengatur keuangan keluarga, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu jalanin nih. Menurutku tips ini simpel dan efektif banget.
Jangan pelit sama diri sendiri! Walau kamu harus menabung buat kebutuhan ini-itu, please lah jangan pelit sama diri sendiri dan keluarga! Kalian nggak selalu harus makan nasi telor tempe kok di rumah. Sesekali beri reward ke diri sendiri dengan makanan enak favorit kalian atau staycation itu boleh banget! Kalau saranku, tambahin aja budget untuk menyenangkan diri ini. Setidaknya dua bulan sekali boleh lah liburan keluarga, asal masih sesuai dengan kemampuan.
Konsisten Ketika kamu yakin mau membetulkan keuangan keluarga, berarti kamu harus konsisten menjalankannya. Catatlah pengeluaran dan pemasukan serapi mungkin, untuk memastikan keluargamu masih on track sesuai dengan budget yang sudah disetujui bersama. Konsistensi inilah yang bikin drama ‘Lho, kok uangnya tiba-tiba habis’ jadi berkurang sangat banyak!
Jangan kebanyakan lirik kiri-kanan Setiap keluarga punya kondisi yang berbeda-beda. Kayak yang udah aku bilang sebelumnya, paling baik emang mendiskusikan persenan budget dan plan keluarga ya sama pasangan. Jangan sama tetangga. Kalau tetangga beli tas mahal, bisa jadi itu adalah kebutuhan dia, tapi belum tentu itu adalah kebutuhanmu juga. Kurang-kurangin iri dan julid sama orang lain ya!
Mengatur budget keuangan untuk pasutri baru emang susah-gampang-gampang. Tapi bukan berarti kita nggak bisa. Asal kamu dan pasangan bisa duduk bareng dan diskusi dengan baik soal ini.
Bulan pertama mungkin masih bermasalah. Nggak apa-apa kok, pelajari dari masalah yang ada supaya bulan berikutnya bisa menyusun rencana keuangan dengan lebih baik lagi. Yang penting harus rutin komunikasi dengan pasangan ya!
Selamat mengatur budget keuangan masing-masing! Terima kasih juga untuk Kumparan & Sun Life udah membuat acara Moms Mingle yang bermanfaat banget!
