• 6

Wawancara kumparan dengan David Bond, Bule yang Dilabeli Turis Seks

Wawancara kumparan dengan David Bond, Bule yang Dilabeli Turis Seks


Nama “David Bond” ramai diperbincangkan para warganet. Isu mengenai dirinya yang senang ‘memburu’ perempuan Asia terus ramai diwartakan oleh beragam media. Terlebih, David Bond sedang melancong di Jakarta.
Imbauan bagi para perempuan di Jakarta pun makin gempar digencarkan, baik melalui unggahan Facebook maupun Instagram. Desas desus pun bermunculan, mulai dari nama David Bond yang sebetulnya bukanlah nama asli, juga menyoal petisi yang berniat menjerat David dengan beragam hukum terkait privasi lantaran dituduh membuat dan mengunggah video porno dengan para perempuan Asia yang ia temui--tanpa seizin mereka.
kumparan pun menghubungi David Bond untuk mendedah dan melihat sisi lain dari isu yang beredar. Berikut ini percakapan yang dilangsungkan melalui video Skype kemarin (11/10):
Kami mendengar beberapa cerita tentang Anda dan juga terdapat petisi terkait dengan isu yang sedang menerpa anda. Ada apa sebetulnya?
Saya sebenarnya sudah membuat video sebelum memiliki akun YouTube dan membagikannya di beberapa forum. Saya mengenakan kamera di kepala saya, lalu membuat video, setelah itu membagikannya ke beberapa forum tertentu. Video-video tersebut seperti prank, sedikit ‘goofy’. Hingga akhirnya seseorang mencuri video saya, lalu menaruhnya di World Star Hip Hop? Apakah anda tahu sebelumnya?
Tidak, saya belum pernah mengaksesnya. Bisa ceritakan lebih lanjut?
Itu adalah sebuah website yang begitu terkenal di Amerika. Lalu video saya muncul di laman depannya, hingga akhirnya menjadi bahan berita di Hong Kong.
Jadi saya membuat beberapa video, lalu mengunggahnya dan membagikan video tersebut. Di tahun 2013, seseorang mencuri video saya dan mengunggahnya di website lain, bahkan ditaruh di laman depannya. Video saya menjadi breaking news di Hong Kong dan stasiun TV di sana, memberitakan saya sebagai seorang pria yang punya akun youtube kontroversial. Hingga akhirnya berita tentang saya mulai surut, dan orang-orang berhenti membicarakan saya.
Hingga satu hari saya tertarik untuk berbicara dengan beberapa orang yang pernah wawancarai saya setahun sebelumnya. Saya mengirimkan pesan: "hey, masih ingat saya? Saya punya video lagi dan lebih gila lagi". Lalu mereka memotong sebagian pernyataan saya, lalu dijadikan sebuah artikel. Lalu mereka memberitakan: David, yang isunya pernah terdengar di awal tahun ini, punya video lainnya.
Dan saya pun berpikir, lucu sekali, bahwa saya sebetulnya tidak punya video apapun, tapi mereka memberitakan seperti itu. Lalu saya berpikir, bagaimana jika saya bisa mendapatkan uang dengan melakukan hal tersebut? Bagaimana jika saya membuat sebuah video gila, lalu membuat aksesnya ‘terbatas’, sehingga “jika kamu ingin menonton video pornonya, kamu harus membayar sekian dolar.”
Saya melakukannya, dan ternyata berhasil. Semua orang seperti, oh my God! Dan ya, karena media sebetulnya ‘tidak peduli’ dengan kebenarannya. Apa yang mereka pedulikan adalah cerita (seksual)nya. Menurut mereka akan menarik ketika berita tersebut memiliki konten seksual.
Akhirnya saya membuat video YouTube, membuat akun YouTube, dan saya tunjukkan semua video yang pernah saya rekam. Saya taruh video saya, hanya saja saya tidak punya cukup subscriber, sehingga saya harus mendapatkan lebih dari ribuan subscriber. Karena saat itu saya begitu depresi karena harus keluar dari pekerjaan, sehingga saya berpikir bagaimana jika saya membuat konten video berisi trips dan trik. Saya pun sempat jalan-jalan ke Jepang. Salah seorang kawan lalu mengeluh: “Dude, they cant speak english.” Akhirnya saya pun membantunya. Saya mencoba buka sebuah kelas video. Dan akhirnya saya berhasil membuatnya, lalu memberikan kabar kepada agensi berita yang pernah ia jajaki.

David Bond

David Bond saat beraksi. (Foto: Dok. nextshark.com)
Kami mendengar rumor bahwa Anda membuat video porno bersama para perempuan?
No, tidak benar bahwa saya membuat video seks. Dan sebelum saya lebih lanjut, orang-orang telah menuduh saya memiliki video porno selama tiga hingga 4 tahun ini. Jika memang ada video seks, mengapa tak ada satupun yang bisa memberikan saya linknya? Mengapa hanya ada screenshot?
Well, ada beberapa screenshot, para perempuan di kasur. Mereka mengambilnya dari video itu, mengambil gambar dari videonya, lalu OMG. Jika memang saya punya video seks, lagi lagi, media memberitakannya. Saya pernah ada di TV puluhan kali, dan berbagai berita berisi tentang saya yang memiliki sex tape. Jika memang saya melakukannya, lantas di mana videonya?
Ini adalah kenyataannya. Beberapa waktu silam, saya bilang ke media dengan menggunakan akun palsu bahwa saya (David Bond) punya sex tape. Hal itu saya lakukan karena saya ingin media meliput website saya.
Jadi saya membayar beberapa akun tertentu untuk meramaikan isu sex tape saya di tahun 2014. Dan media tak memverifikasinya. Mereka hanya mewartakan tentang itu. Karena ada satu media meliputnya, lalu ada media lain yang menggunakan potongan berita dari media lainnya lagi sebagai sumbernya.
Lalu dikutip, seperti diberitakan salah satu sumber, walaupun sumber pertama hanya mengklaim, tak punya bukti yang kuat. Dan ketika beberapa tahun lalu saya membuat video tipuan, kini ketika orang-orang mencari nama saya, seluruh hal aneh pun muncul di sana. Dan mereka tak merisetnya, mereka hanya mengambil gambar sebagian dan segalanya menjadi begitu gila.
Nah kini pertanyaannya, jika memang anda bilang ada sex tape, bisakah anda tunjukan di website mana sex tape saya? Saya merasa seperti, media menanyakan pertanyaan pada saya berdasarkan “kata orang”, oke apakah itu barang buktinya? Tentu bukan. Seseorang berkata sesuatu bukanlah barang bukti. Jadi begitu aneh ketika tak ada buktinya. Hanya berdasarkan kata orang.
Jadi, pertanyaannya, apakah saya punya sex tape? Tidak, saya tidak punya. Kalau saya punya, pasti saya sudah tersandung masalah. Dan alasan mengapa saya tak punya, ya karena saya tak melakukannya.
Aku ingin kita melihat ke laki-laki asia itu (seorang YouTuber lain dengan akun cassanova). Dan dia pernah membuat video serupa, di Taiwan. Dan dia punya beberapa rekaman intim. Dia punya sexual clips, dia bahkan punya video threesome.
Saya ingin anda melihat 4 detik pertama di video tersebut. Oke, kini pertanyaan saya: adakah di video saya yang seperti itu (threesome video)? karena saya tidak melihatnya. Namun saya dituduh memiliki video porno setiap waktu? Dia melakukan hal yang serupa dengan saya, ia pergi travelling ke negara-negara yang juga saya kunjungi, ia melakukan segala hal yang saya lakukan, kecuali dia melakukan sesuatu yang ‘lebih’ dari yang saya lakukan. Dia punya klip yang lebih panjang, lalu menaruhnya di website VIP. Persis seperti saya.
Lalu beda saya dan dirinya? Saya terkena stereotip. Stereotip tentang laki-laki barat yang menyeramkan, lalu mengeksploitasi perempuan miskin dan bodoh di Asia. Itulah stereotipnya. Ia (laki-laki Asia) tidak sesuai dengan stereotip yang ada. Sehingga orang-orang tak peduli dengan apa yang ia lakukan.
Ini bukanlah cerita tentang saya, bukan juga tentang yang saya lakukan. Ini adalah cerita tentang seorang laki-laki kulit putih yang buruk dan menyakiti orang-orang asia. Itulah ceritanya. Dan itu juga mengapa saya menjadi ‘viral’ tiap memasuki ke satu negara. Seperti, saya di jakarta baru beberapa hari dan isu ini sudah meruak di mana-mana. Sementara foto dan video yang saya unggah adalah saya bermain dengan beberapa anak kecil. Apakah itu masuk akal?
Saya pernah bertemu dengannya (laki-laki Asia). Kita pergi keluar, lalu dia bilang, David kamu selalu mendapatkan impresi yang buruk. Dan itu konyol sekali. Dan saya bilang mengapa kamu tidak mendapatkan impresi serupa? Dan dia hanya bilang, saya juga tak tahu.
Mengapa tak ada website seperti, stopcassanova si laki-laki Asia, atau petisi terhadap dirinya? Ini konyol sekali.

David Bond

David Bond saat beraksi. (Foto: Dok. nextshark.com)
Bagaimana Anda menghadapi respons buruk dari publik?
Awalnya sulit untuk dihadapi, namun sudah menghadapinya selama setidaknya enam kali. Saya pun menyadari orang-orang akan melupakannya dalam waktu 4-5 hari.
Saya mendapatkan banyak perhatian dan ujaran kebencian selama 4-5 hari. Ketika berita mulai mereda, semua orang pun lupa dan hidup berjalan seperti biasa. Mungkin hanya 1 dari 50 perempuan yang mengenali saya. Hampir semua perempuan yang memiliki hubungan dengan saya pun tahu bahwa banyak berita di media hanyalah bohong belaka.
Jika memang ada teman perempuan yang tidak ingin videonya muncul dan meminta saya untuk menghapusnya, pasti akan saya hapus.
Pada dasarnya beberapa orang di facebook mempercayai sesuatu tanpa ada buktinya. Dan ada beberapa klip yang dibagikan secara luas. Tapi ya, saya mendapatkan perhatian, saya menghasilkan uang, dan hidup kembali berjalan.
Apakah Anda tahu bahwa tengah ada sebuah petisi terhadap Anda? Sudah baca?
Oh ya saya sudah baca.
Bagaimana anda meresponsnya? Apakah anda hanya akan cuek atau mau melakukan sesuatu?
Well, petisi tersebut sudah begitu tua, perempuan yang membuatnya, saya pernah mencoba menghubunginya, dan dia menolak untuk berbicara dengan saya. Dan dia bilang dia tak mau bicara dengan saya. Dia punya twitter, dia punya Instagram dan YouTube. Dan ia menghapus itu semua. Saya pun bilang, mengapa anda tidak coba hubungi saya? Atau telepon saya? Mungkin anda bisa menanyakan mengapa saya ‘the bad guy’? lalu dia merespons, ‘ saya tidak mau bicara dengan anda.’
Ia membuat petisi itu karena ia ikut dan ingin terlibat dalam isu yang viral tersebut. Well, okay, jadi bagaimana saya meresponsnya? Petisi itu sudah lama. Well, dia menuduh saya rasis dalam petisi tersebut, ya jika anda ingin menanyakan pertanyaan langsung pada saya, jika mau menuduh saya, saya akan meresponsnya. Namun, petisi tersebut seakan menuduh saya dengan 25 tuduhan, saya tak bisa jelaskan satu per satu.
Sekarang masih di Jakarta?
Masih.
Apa yang akan Anda lakukan di sini?
Well saya ingin main video games, bertemu beberapa perempuan, makan enak, saya akan buat beberapa video tapi mungkin, entahlah, Jakarta bukan tempat yang cocok untuk melakukan hal gila.
Apakah Anda hanya akan traveling di Asia?
No, saya bakal pergi ke India, lalu pergi ke beberapa tempat lainnya secepatnya. Tapi akan tinggalkan Asia secepatnya, saya sudah ada di sini cukup lama. Saya suka pergi ke tempat yang tidak teralu mahal, dan terlihat menarik.
Apa yang Anda suka dari Asia?
Saya suka wanita Asia, karena mereka terlihat berbeda, seperti di Jepang, ya mereka cukup gila. Begitu banyak hal eksotis di sini. Dan murah, tentunya. Oh ngomong-ngomong, 80-90 persen yang membeli akses premium ke video saya adalah orang Asia, bukan ‘bule’.
Anda punya berapa nama?
Saya ingin dikenal sebagai David Bond dan tidak terlalu merasa penting untuk orang tahu nama asli saya.
----
Di akhir wawancara, David menegaskan bahwa dirinya tak pernah membuat video porno dengan para perempuan Asia dan mengunggahnya di website VIP. Bahkan, ia berani membayar sejumlah uang untuk mereka yang berhasil menemukan video porno dirinya--yang menurut klaimnya, pasti tak ada yang bisa menemukan karena ia tak pernah membuat satu video pun.
“Saya akan berikan 500 dolar AS bagi siapa saja yang memang bisa menemukan video porno yang dirumorkan milik saya,” tegasnya.

David Bond

David Bond (Foto: Prima G/kumparan)


InternasionalIndonesiaAsiaDavid Bond

500

Baca Lainnya