Konten dari Pengguna

Atasi Krisis Air, BPKH dan DT Peduli Bangun Sumur Bor di Bandung

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peresmian 5 Sumur Bor Program Kemaslahatan BPKH oleh  Anggota Komisi VIII DPR-RI, Atalia Praratya bersama pimpinan mitra yang lainnya (Sumber: DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian 5 Sumur Bor Program Kemaslahatan BPKH oleh Anggota Komisi VIII DPR-RI, Atalia Praratya bersama pimpinan mitra yang lainnya (Sumber: DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | BANDUNG - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama DT Peduli dan Yayasan Durrotul Ilmi menghadirkan solusi konkret atas kelangkaan air bersih di Kota Bandung. Melalui Program Kemaslahatan, BPKH meresmikan lima titik sumur bor di kawasan padat penduduk pada Rabu (22/7/2026).

Pusat acara serah terima berlangsung di Masjid Al-Falah, Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, sebagai salah satu lokasi penerima manfaat. Program ini lahir dari keresahan masyarakat akibat pesatnya pertumbuhan penduduk Kota Bandung yang belum terimbangi secara optimal oleh pasokan air bersih dari PDAM.

Peresmian Sumur Bor di Bandung dihadiri langsung Pimpinan BPKH, Pengurus Yayasan DT Peduli, Anggota Komisi VIII DPR-RI dan Stakeholder yang lain (Sumber: DT Peduli)

Pembuatan sumur bor berkedalaman kurang lebih 80 meter ini menggunakan nilai manfaat hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU) BPKH. Dengan demikian, program ini sama sekali tidak menggunakan dana setoran awal jemaah haji.

Adapun lima lokasi padat penduduk yang menerima manfaat bantuan ini tersebar di Masjid Al-Falah di Rancanumpang, Masjid As-Salaam di Margasuka, Masjid Al-Arif di Sukaluyu, Balai RW 17 di Margasari, dan Kawasan Warga RW 06 di Cikawao.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR-RI, Atalia Praratya; Pimpinan BPKH, Sulistyowati; Bendahara Yayasan DT Peduli, Cucu Hidayat; Sekretaris Yayasan Durrotul Ilmi, Iwan Ismail Marjuki; serta Lurah Rancanumpang Dedi.

Atalia mengapresiasi kolaborasi ini karena dampaknya dapat dirasakan langsung hingga ke rumah-rumah warga.

"Ma syaa Allah, masyarakat yang sebelumnya sulit mendapat akses air bersih bahkan harus membeli air galon untuk kebutuhan MCK, kini bisa langsung merasakan manfaat sumur bor. Beberapa lokasi bahkan sudah tersambung pipa ke rumah warga. Kami juga mendorong pemanfaatan berbasis masjid agar jangkauannya lebih luas," ujar Atalia.

Di sisi lain, Sulistyowati menegaskan bahwa penyaluran ini masuk dalam bidang kesehatan sesuai amanat undang-undang untuk menyebar kemaslahatan bagi umat.

"BPKH hadir menyalurkan dana kemaslahatan untuk asnaf kesehatan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu warga Kota Bandung. Saya cukup terkejut ternyata di kota besar seperti Bandung masih ada wilayah yang krisis air bersih," ungkap Sulistyowati.

Menurut Sulityowati, Inisiatif bantuan air bersih ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketiga, yakni Kesehatan yang Baik dan Sejahtera, poin keenam, yakni Air Bersih dan Sanitasi Layak, poin ke-15, yakni Ekosistem Darat, serta poin ke-17, yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (M Nailul Faza/Agus ID)