Konten dari Pengguna

Paket Hotmeal Menyapa Pengungsi Disabilitas di Gaza Palestina

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DT Peduli bersama Al-Khair Foundation distribusikan ratusan paket hotmeal untuk disabilitas di Gaza (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
DT Peduli bersama Al-Khair Foundation distribusikan ratusan paket hotmeal untuk disabilitas di Gaza (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | GAZA - Penderitaan warga Palestina di jalur Gaza akibat penjajahan yang berkepanjangan masih terus berlanjut. Di tengah keterbatasan akses pangan dan fasilitas yang memadai, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DT Peduli hadir memberikan secercah harapan. Melalui sinergi dengan Al-Khair Foundation, DT Peduli kembali mendistribusikan ratusan paket makanan hangat (hotmeal) untuk warga terdampak, termasuk kelompok rentan disabilitas.

DT Peduli bersama Al-Khair Foundation distribusikan ratusan paket hotmeal untuk disabilitas di Gaza (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
DT Peduli bersama Al-Khair Foundation distribusikan ratusan paket hotmeal untuk disabilitas di Gaza (Sumber : DT Peduli)

Penyaluran bantuan ini memasuki hari ketiga pada Kamis (16/4). Berlokasi di Istanbul Kitchen, Kota Deir al-Balah, para relawan tampak sibuk menyiapkan hidangan bergizi sejak pagi hari. Menu utama berupa nasi dan ayam yang diolah dengan standar kebersihan terjaga menjadi santapan yang sangat dinantikan oleh para pengungsi.

Fokus pada Kelompok Rentan

Salah satu titik penyaluran utama dalam aksi kali ini adalah Kamp Dzawil Himam, sebuah pemukiman darurat yang dikhususkan bagi pengungsi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Kamp ini menampung sekitar 20 keluarga atau kurang lebih 50 jiwa yang hidup dalam keterbatasan fisik di tengah situasi perang.

"Hari ini kami membagikan makanan hangat di kamp ini untuk meringankan beban mereka. Semoga para donatur selalu dalam keadaan baik dan penuh keberkahan," ujar salah seorang relawan akhwat DT Peduli di lokasi.

DT Peduli bersama Al-Khair Foundation distribusikan ratusan paket hotmeal untuk disabilitas di Gaza (Sumber : DT Peduli)

Menurutnya kehadiran bantuan ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi ekonomi Gaza yang lumpuh total, membuat akses terhadap protein hewani seperti daging ayam menjadi barang mewah bagi sebagian besar pengungsi.

Penyaluran yang Terukur

Imam Masjid DT Gaza, Syaikh Yasin, memantau langsung proses pengolahan di dapur umum hingga pendistribusian ke tenda-tenda pengungsi. Ia menjelaskan bahwa pada hari ketiga ini, sebanyak 300 porsi makanan hangat dibagikan untuk melayani sekitar 600 penerima manfaat di sekitar Masjid DT Gaza.

"Kami sedang menyiapkan makanan hangat berupa ayam dan nasi dari Istanbul Kitchen untuk dibagikan kepada keluarga yang berhak di daerah ini. Kami memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk memberkati mereka (donatur) yang telah mendukung upaya ini," tutur Syaikh Yasin dengan penuh syukur.

Seorang relawan ikhwan yang bertugas di bagian dapur menambahkan, proses persiapan dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda setempat.

"Ayam dibersihkan dengan cuka dan lemon, dibumbui dengan rempah terbaik, lalu dimasak menggunakan tungku drum (barrel) agar cita rasanya terjaga. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sini mendapatkan makanan yang layak," jelasnya.

Proses Persiapan Masak Paket Hotmeal untuk Pengungsi di Gaza (Sumber : DT Peduli)

Sejak hari pertama aksi, DT Peduli telah menyalurkan bantuan secara bertahap. Pada hari pertama, sebanyak 450 porsi telah didistribusikan, disusul 300 porsi pada hari kedua, dan 300 porsi pada hari ketiga. Total ribuan pengungsi di sekitar Masjid DT Gaza telah merasakan manfaat dari kedermawanan para donatur di Indonesia.

"Terima kasih kepada seluruh donatur DT Peduli atas upaya yang diberkati ini. Semoga kebaikan ini terus mengalir dan menjadi pemberat amal di akhirat kelak," pungkas salah satu relawan saat menyerahkan paket makanan di Kamp Dzawil Himam. (Agus ID)