Konten dari Pengguna

Perjuangan Aldi Menjaga Mimpi dan Wasiat Sang Ayah

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aldi, Penerima Beasiswa Mahasiswa DT Peduli yang memiliki keahlian serba bisa, mandiri pribadinya dan keteguhan hati yang kuat (Sumber: DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Aldi, Penerima Beasiswa Mahasiswa DT Peduli yang memiliki keahlian serba bisa, mandiri pribadinya dan keteguhan hati yang kuat (Sumber: DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | BOGOR - Pukul tiga dini hari di Cibungbulang, Bogor, ketika jalanan masih diselimuti sepi, Aldi Permana sudah membelah dingin bersama gerobak buburnya. Menyusuri Kebon Kelapa sampai Cibodas, ia mengais rezeki hingga menjelang tengah hari.

Bagi mahasiswa semester akhir Jurusan Ekonomi Syariah IUQI Bogor ini, berdagang hanyalah awal dari episode panjang saban harinya. Lepas berdagang, Aldi berganti peran berdiri di depan kelas sebagai guru Bahasa Inggris di SMP dan SMK Matla'ul Anwar hingga sore.

Tak ada jeda untuk beristirahat. Usai mengajar, ia bersama adiknya langsung membawa sepeda motor menuju ladang demi ngarit, yakni mencari pakan ternak di tengah teriknya musim kemarau. Barulah saat malam menyapa, seusai pengajian warga, ia kembali duduk di depan laptop menuntaskan revisi skripsinya.

Ujian hidup yang menimpa Aldi bukanlah hal yang ringan. Kehilangan pekerjaan akibat pandemi, ditinggal almarhum ayah di awal masa kuliah, hingga mendampingi sang ibu yang berjuang melawan penyakit diabetes sempat membuatnya berada di ambang keputusan untuk putus sekolah. Namun, bisikan doa sang ibu dan pesan almarhum ayahnya untuk selalu menjaga keluarga menjadi pemantik semangat yang tak sanggup dipadamkan.

"Umi memang tidak bisa mendukung secara finansial, tetapi secara doa sangat mendukung," kenang Aldi.

Titik Balik Perjuangan

Aldi menemukan jalannya saat ia diterima dalam program Peduli Beasiswa Mahasiswa DT Peduli. Bantuan pendidikan ini menjadi penopang utama yang menjaga langkahnya tetap tegak di masa-masa kritis.

"Kalau saya tidak mendapatkan beasiswa, mungkin saya sudah tidak melanjutkan kuliah," aku Aldi jujur.

Tak berhenti di situ, melalui program Peduli Peternak Sejahtera DT Peduli, modal awal enam ekor ternak yang ia terima berhasil ia kembangkan secara telaten hingga menjadi belasan ekor aset produktif penopang ekonomi rumah tangganya.

Hewan Ternak Domba yang Aldi urus di selang waktu yang singkat di setiap kegiatan sehari-harinya

Kerja keras dan ketekunan itu akhirnya berbuah manis. Pada 16 Juli 2026 lalu, Aldi resmi menyelesaikan sidang munaqasyah dan siap melangkah ke panggung wisuda pada September 2026 mendatang. Bagi Aldi, seberat apa pun beban yang ia pikul, ia percaya bahwa ikhtiar manusia tidak pernah berjalan sendirian.

"Sesusah apa pun masalah yang kita lewati, jangan lupakan Allah. Kita tidak pernah tahu amin yang mana yang akan Allah kabulkan," tuturnya.

Kini, Aldi menatap masa depan dengan satu optimisme besar, "Harapannya, ke depan saya bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi bagian yang memberikan manfaat." (Agus ID)