Kelompok 25 FBD UB Edukasi Petani Kesemek dan Kopi Mengenai Eco Enzyme

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Marvin Hendita Suparmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kabupaten Malang – Kelompok 25 KKN (Kuliah Kerja Nyata) FBD (FISIP Bakti Desa) Universitas Brawijaya menggelar sosialisasi pembuatan eco enzyme dengan judul “Dari Kebun ke Enzim: Pemanfaatan Limbah Kesemek dan Kopi untuk Eco Enzyme” di Balai Desa Tamansatriyan. Sasaran dari kegiatan ini adalah petani kesemek dan kopi yang berkolaborasi dengan Kelompok Tani dan BUMDES Bumi Satriya Usaha, untuk membantu pengelolaan limbah yang ada. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 12 Juli 2025.

Desa Tamansatriyan memiliki potensi pertanian yang melimpah seperti buah kesemek dan kopi. Potensi ini juga menyisakan satu tantangan, yaitu melimpahnya limbah organik dari hasil panen dan konsumsi rumah tangga yang belum dikelola dengan baik. Untuk itu, kelompok 25 KKN FBD Universitas Brawijaya menghadirkan sebuah program kerja untuk menjawab tantangan tersebut, yaitu sosialisasi pembuatan cairan eco enzyme. Program ini yang merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola limbah organik yang melimpah agar dapat lebih bermanfaat.
Menurut Prasetio, dkk (2021), eco enzyme merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti kulit buah-buahan dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah, atau gula tebu), dan air. Eco enzyme memiliki segudang manfaat, seperti untuk membersihkan lantai, mencuci buah dan sayur, mengusir serangga, hingga menyuburkan tanaman.
Sosialisasi ini diawali dengan penjelasan mengenai beberapa informasi terkait eco enzyme, lalu warga diajak langsung untuk mempraktikkan cara pembuatan, pencampuran, dan penyimpanan dalam wadah yang tertutup. Saat menyampaikan informasi terkait eco enzyme, warga juga dibagikan brosur “Cairan Ajaib Eco Enzyme” yang memuat penjelasan tentang pengertian, manfaat, alat dan bahan yang diperlukan, langkah-langkah pembuatan, serta pentingnya eco enzyme. Antusias dari warga terlihat ketika program ini dilaksanakan karena banyak dari mereka yang baru pertama kali mengetahui cairan eco enzyme yang memiliki segudang manfaat.
Melalui kegiatan sosialisasi pembuatan eco enzyme dan pembagian brosur pada masyarakat yang dapat membantu praktik langsung di rumah, kelompok 25 KKN FBD UB berharap bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dalam pengelolaan limbah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan limbah bisa digunakan menjadi hal yang lebih bermanfaat untuk lingkungan sekitar.
