kumparan
2 Agu 2017 6:05 WIB

Masalah Bunuh Diri ini Bisa Berhenti Kok, Asal ...

Semenjak saya di Mradio kata "Humanis" dan "Bermanfaat" selalu ditancapkan oleh Bos Besar.
ADVERTISEMENT
"Buat satir yang anak muda banget supaya tidak melakukan hal yang tidak manusiawi."
"Anak muda punya keresahan, masalah dan ingin bercerita. Kita harus menjadi media yang selalu bermanfaat."
Dua penuturan tadi pokok dari masalah yang sebenarnya terjadi akhir-akhir ini.
Percobaan bunuh diri, bunuh diri, bertingkah laku yang membahayakan banyak orang hingga kekerasan. Mereka yang melakukan seolah-olah tanpa berpikir apa akibatnya.
Ada apa sebenarnya? Kenapa melakukan itu?
Dari sudut pandang saya, mereka seperti berteriak "Heiii, dengarkan dan perhatikan aku!"
Meskipun banyak yang bisa bersosialisasi atau bergaul, masih banyak yang nggak bisa bersosialisasi.
Psikolog bisa kok ngatasinnya. Ndasmu!
Nggak semua harus selesai dengan psikolog. Ini masalah yang harus diselesaikan dengan lingkungan sekitar. Mereka bisa bercerita, mereka mau ngomong tapi apakah kamu peduli? Luangkan waktu untuk stop show off kalo cuman kamu yang mau didengar. Kasih space mereka untuk bercerita dan saatnya kamu mendengarkan.
ADVERTISEMENT
Luangkan waktu untuk perhatian, jangan cuma bisa "itu bukan urusan gue!"; "emang gue pikirin."; "siapa elo?"; "halah cuman gitu"; "drama banget sih?!".
Apa yang dirasakan orang beda sama yang kamu rasakan. Tiap orang beda cara menanggapi suatu masalah. Disitu kita yang mau mendengarkan dan memberikan solusi adalah penyelamat untuk membuka pikiran hingga memperbaiki sudut pandang dalam menghadapi masalah. Alhasil, mereka nggak akan lagi stres bahkan depresi dan nggak akan punya pikiran untuk berbuat bodoh.
Bisa berhenti kok masalah ini, asal lingkungan mau nggak untuk bersikap humanis dan bermanfaat.
Kalau belum bisa ya selamat kamu akan membaca berita menyedihkan, nonton video miris dan mendengar kejadian buruk.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan