Konten dari Pengguna

Masih Belum Selesai Masalah Kesenjangan Pendidikan di Negara Kita

Maulida Putri

Maulida Putri

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maulida Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam upaya untuk menciptakan SDM unggul yang pintar, kreatif, jujur, dan bisa bersaing dalam mencapai visi Indonesia Emas tahun 2045, pemerintah telah menetapkan anggaran pendidikan senilai Rp 660,8 triliun. Foto: Dok. Kemenkeu
zoom-in-whitePerbesar
Dalam upaya untuk menciptakan SDM unggul yang pintar, kreatif, jujur, dan bisa bersaing dalam mencapai visi Indonesia Emas tahun 2045, pemerintah telah menetapkan anggaran pendidikan senilai Rp 660,8 triliun. Foto: Dok. Kemenkeu

Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memperoleh pengetahuan, pemahaman dan perilaku yang sesuai dengan kebutuhan. Pendidikan sangat penting dalam sebuah tatanan negara karena dalam perubahan regenerasi diperlukan generasi yang berpendidikan untuk membangun segala faktor dalam sebuah negara.

Pendidikan juga diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 ayat 1 dan 2. Maka dari itu, pendidikan haruslah merata dan mendukung, agar seluruh anak Indonesia dapat menerima hak mereka dengan saksama Hak asasi setiap warga negara Indonesia adalah memperoleh pendidikan yang setara dan optimal, dalam hal ini pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi hak tersebut. Dalam upaya pengoptimalan pendidikan diperlukan peran dari pemerintah, masyarakat, orang tua serta lingkungan untuk pencapaian pendidikan yang ditargetkan.

Pendidikan di Indonesia masih belum merata baik dilihat dari segi fasilitas sarana dan prasarana dan kurangnya tenaga pendidik. Padahal aspek tersebut sangat penting dalam optimalisasi pembelajaran di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kesenjangan pendidikan.

Mengapa di Indonesia masih mengalami kesenjangan pendidikan? Indonesia masih mengalami kesenjangan pendidikan dikarenakan banyak faktor. Namun faktor yang paling sering muncul adalah ketimpangan daerah pedesaan dan perkotaan serta anggaran yang tidak memadai.

Kesenjangan yang sangat terlihat adalah ketimpangan daerah, misalnya di perdesaan infrastruktur pendidikan masih sangat terbatas dan akses terhadap sumber belajar masih belum memadai. Sebaliknya di perkotaan, infrastruktur pendidikan lebih baik dan pilihan lebih banyak, namun hal ini juga didukung oleh tingginya biaya untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Dalam bidang infrastruktur pendidikan, kemampuan siswa untuk menerima pendidikan yang lebih baik dapat diperoleh dari fasilitas pendidikan yang memadai. Banyak daerah, terutama di pedesaan dan daerah berskala kecil, seringkali menghadapi kesulitan dalam menyediakan fasilitas yang memadai, seperti gedung sekolah, ruang kelas yang besar, laboratorium, lapangan olahraga, dan lain lain.

Manajemen fasilitas sekolah yang terstruktur juga berpengaruh dengan fasilitas yang akan didapatkan siswa mulai dari memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai pembangunan gedung, media belajar yang lengkap, dan sebagainya. Hal ini berkontribusi pada perjuangan para siswa untuk mengikuti standar yang sama dalam pendidikan mereka. Rendahnya kualitas fasilitas sekolah dapat menyebabkan ketimpangan. Hal ini sangat terlihat pada sekolah-sekolah di kota maupun desa, berdasarkan fasilitas sekolah yang dimiliki.

Kurangnya tenaga pendidik juga masih menjadi permasalah dalam pendidikan, rendahnya minat mengajar guru di daerah pedesaan dikarenakan. Kenapa demikian, ini karena pemerataan pelayanan dari berbagai aspek belum merata dan menyeluruh seperti, akses transportasi serta fasilitas komunikasi buruk menjadi permasalahan.

Jika hal ini terus dibiarkan, maka kualitas pendidikan di Indonesia akan sangat timpang karena hanya penduduk kota saja yang mempunyai kualitas SDM yang lebih optimal dan maju, sedangkan penduduk desa akan terus terbelakang. Kurang optimalnya peran guru disebabkan karena pemerintah masih kurang memberikan perhatian terhadap mereka, terutama dalam upaya meningkatkan.

Untuk mendapatkan fasilitas yang memadai dan guru yang berkualitas pastinya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tidak semua orang memiliki akses yang sama ke pendidikan yang berkualitas karena akan menjadi beban keuangan yang tinggi bagi keluarga yang berpenghasilan rendah.

Ini akan menyebabkan kesenjangan pendidikan yang lebih besar antara orang yang berpenghasilan tinggi dan rendah. Meskipun pemerintah sudah memberikan subsidi dan berbagai beasiswa tetap saja belum bisa mengatasi masalah tersebut.

Kesenjangan ini perlu ditindaklanjuti kembali, sebagaimana tujuan bangsa ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa maka perlu ada kolaborasi dari pemerintah, masyarakat, orang tua serta lingkungan untuk membantu mengoptimalkan kualitas pendidikan di Indonesia supaya bisa mengurangi kesenjangan di berbagai aspek. Maka dari itu peserta didik dapat lebih baik mengembangkan potensinya dengan dukungan dari aspek aspek tersebut.