Konten dari Pengguna

Dampak Cashless Society terhadap Generasi Z: Memicu Impulsivitas?

Maysya Miranda

Maysya Miranda

Mahasiswa semester 5 program studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang aktif dalam berorganisasi dan memiliki kemampuan dalam mengelola project.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maysya Miranda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pergeseran dari transaksi tunai ke sistem pembayaran non-tunai atau cashless adalah salah satu perubahan gaya hidup yang signifikan di era digital yang terus berkembang. Perkembangan fintech, atau teknologi keuangan, yang memungkinkan transaksi dengan mudah melalui perangkat mobile, mendorong munculnya masyarakat cashless. Hal ini mempengaruhi berbagai generasi, terutama Generasi Z, yang lahir di tengah kemajuan teknologi digital. Namun, ada kekhawatiran bahwa masyarakat tanpa uang dapat membuat Gen Z lebih konsumtif.

Dalam masyarakat tanpa uang, transaksi dilakukan dengan metode pembayaran digital seperti kartu kredit, e-wallet, atau aplikasi mobile. Dengan munculnya internet, hampir semua hal kini dapat dilakukan secara online. Ini termasuk belanja, memesan makanan, dan membayar tagihan.

Teknologi ini memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan bermanfaat. Dengan memindai kode QR atau mengetuk layar ponsel, transaksi sudah selesai. Orang tidak perlu membawa uang tunai atau repot-repot menghitung kembalian.

Gen Z adalah generasi yang tumbuh di era digital dan sangat memahami teknologi. Sejak usia muda, mereka telah terhubung ke internet dan berbagai aplikasi, yang membuat mereka kelompok yang paling responsif terhadap kemajuan teknologi keuangan. Gen Z cepat beradaptasi dengan pembayaran nontunai berkat kemudahan akses ke teknologi, data, dan berbagai layanan digital.

Dalam kehidupan sehari-hari, Gen Z lebih banyak bertransaksi secara online, baik untuk membeli kebutuhan pribadi, hiburan, maupun sekadar berbelanja barang-barang konsumtif. Platform seperti e-commerce, dompet digital (e-wallet), dan aplikasi belanja semakin populer di kalangan generasi ini.

KKV, Pakuwon Mall, Sleman, Yogyakarta, Foto: Maysya Miranda

Peningkatan perilaku konsumtif sering dikaitkan dengan kemudahan transaksi tanpa uang tunai. Ada beberapa alasan mengapa masyarakat yang tidak memiliki uang dapat memengaruhi kebiasaan berbelanja generasi Z:

  1. Kemudahan Berbelanja, Generasi Z dapat melakukan pembelian dengan hanya beberapa klik di smartphone mereka berkat teknologi cashless. Dengan fitur pembelian langsung di aplikasi e-commerce dan media sosial, mereka dapat membeli barang kapan saja dan di mana saja. Transaksi terasa lebih mudah dan spontan tanpa proses fisik seperti menghitung uang atau menyiapkan anggaran. Ini dapat meningkatkan perilaku konsumtif.

  2. Godaan Diskon dan Promosi, Cashless Society membuatnya lebih mudah untuk mengakses berbagai diskon, cashback, dan promosi yang ditawarkan oleh vendor yang menawarkan platform e-wallet atau e-commerce. Gen Z sering tergoda oleh penawaran menarik ini, sehingga mereka cenderung membeli barang yang mungkin tidak dibutuhkan hanya karena promosi.

  3. Kecepatan Transaksi, Salah satu keunggulan utama dari cashless payment adalah kecepatan transaksi. Dalam hitungan detik, transaksi sudah selesai tanpa ada waktu untuk berpikir panjang. Ini berbeda dengan transaksi tunai yang membutuhkan lebih banyak waktu dan proses. Kecepatan ini membuat pembeli, terutama Gen Z, lebih impulsif dalam mengambil keputusan.

Cashless society membawa banyak keuntungan, terutama dari sisi kemudahan dan kecepatan transaksi. Namun, bagi Gen Z, sistem ini juga dapat memicu perilaku konsumtif yang lebih tinggi karena sifatnya yang cepat, mudah, dan terkadang terasa "tak terlihat." Untuk mengatasi dampak negatifnya, penting bagi Gen Z untuk meningkatkan literasi keuangan, membangun kesadaran akan pengeluaran, serta berusaha lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital. Dengan demikian, cashless society dapat memberikan manfaat maksimal tanpa mempengaruhi keseimbangan keuangan pribadi.